Cegah DM Sedini Mungkin

Saat ini, status penyakit tidak menular mengalahkan penyakit menular. Menurut data klaim BPJS Kesehatan Indonesia, 5 penyakit terbanyak di Indonesia adalah hipertensi, stroke, gagal jantung, diabetes dan TBC.

Pelaksanaan Pemeriksaan Penyakit Tidak Menular dalam Rangka HKN ke-52

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit gangguan kesehatan dimana kadar gula dalam darah seseorang menjadi tinggi karena gula dalam darah tidak dapat digunakan oleh tubuh. DM dikenal juga dengan sebutan penyakit gula darah atau kencing manis.

Perlu kita ketahui bahwa pada orang yang sehat, karbohidrat dalam makanan yang dimakan akan diubah menjadi glukosa yang didistribusikan ke seluruh sel tubuh untuk dijadikan energi dengan bantuan insulin. Pada orang yang menderita DM, glukosa sulit masuk ke dalam sel karena sedikit atau tidak adanya zat insulin dalam tubuh. Akibatnya kadar glukosa dalam darah menjadi tinggi yang nantinya dapat memberikan efek samping yang bersifat negatif atau merugikan.

Kadar gula yang tinggi akan dibuang melalui air kencing. Dengan demikian air kencing penderita DM akan mengandung gula sehingga sering dikerubuti semut. Selanjutnya orang tersebut akan kekurangan energi/tenaga, mudah lelah, lemas, mudah haus dan lapar, sering kesemutan, sering buang air kecil, gatal-gatal, dan sebagainya.

Kandungan atau kadar gula penderita DM saat puasa adalah lebih dari 126 mg/dl dan saat tidak puasa atau normal lebih dari 200 mg/dl. Pada orang normal kadar gulanya berkisar 60-120 mg/dl.

Penatalaksanaan penyakit DM dengan diet diabetes, obathipoglikemik (penurun gula) yaitu oral antidiabetik dan insulin, olahraga, penyuluhan kesehatan masyarakat dan cangkok pankreas. Perlu diketahui masyarakat bahwa bagi yang telah mengetahui memiliki riwayat DM, disarankan untuk selalu memperhatikan konsumsi asupan makanan yang tepat bagi penderita DM.

Penulis : Setiarti, S.Kep., Ners.

Editor : Devi

“BERGURU” KAJI BANDING KE PUSKESMAS GONDOKUSUMAN 1 KOTA YOGYAKARTA

Tuntutan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan aman dan bermutu menjadi salah satu daya pacu Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk berlomba dalam memperoleh pengakuan bagi kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan. Akreditasi FKTP merupakan pengakuan yang diberikan oleh lembaga independen penyelenggara akreditasi yang ditetapkan oleh Menteri setelah memenuhi standar akreditasi yang berlaku berdasarkan rekomendasi surveior.  Dalam akreditasi puskesmas kegiatan kaji banding diperlukan sebagai kesempatan untuk belajar dari pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan Admen, UKM, dan UKP puskesmas di puskesmas yang dikunjungi dan dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak untuk perbaikan kinerja masing-masing puskesmas.

Pertengahan Bulan November lalu, Puskesmas Oro-Oro Ombo melakukan kaji banding ke Puskesmas Gondokusuman 1 Kota Yogyakarta. Puskesmas yang terletak ditengah Kota Yogyakarta ini memperoleh status Akreditasi Utama, sehingga menjadi pilihan bagi Puskesmas Oro-Oro Ombo untuk “menimba ilmu” sebagai bekal persiapan re-akreditasi di tahun 2019 nanti. Sebelum melakukan kaji banding dalam akreditasi puskesmas tentunya hal-hal persiapan telah dilakukan rombongan dari Puskesmas Oro-Oro Ombo meliputi target puskesmas apa yang akan dicapai nanti, topografi yang mirip, menentukan waktu dan rencana yang tepat serta instrumen kaji banding sesuai pedoman akreditasi yang ada.

Tim Puskesmas Oro-Oro Ombo Kota Madiun berpose bersama Puskesmas Gondokusuman 1 Yogyakarta

Rombongan Puskesmas Oro-Oro Ombo berangkat dari Madiun dini hari, dan sampai di Kota Yogyakarta keesokan pagi harinya. Setelah rombongan datang di lokasi, rombongan disambut oleh beberapa karyawan Puskesmas Gondokusuman 1 yang pada saat itu sedang berlangsung jam buka pelayanan sehingga beberapa karyawan terlihat masih bertugas. Acara sambutan diadakan di ruang aula pertemuan dipimpin oleh Kepala Puskesmas Gondokusuman 1 Kota Yogyakarta, dr. Salfida Mariani M.KM dilanjutkan acara sharing materi mulai dari bagian Admen, UKM, dan UKP serta beberapa inovasi puskesmas. Setelah acara tersebut, rombongan diajak untuk berkeliling melihat langsung alur proses pelayanan di Puskesmas Gondokusuman 1 Kota Yogyakarta dan mengambil beberapa dokumentasi. Acara diakhiri oleh serah terima cinderamata dari Puskesmas Oro-Oro Ombo sebagai bentuk terimakasih atas keramahan dan penerimaan kedatangan di Puskesmas Gondokusuman 1 Kota Yogyakarta.

Hasil dari kaji banding banyak memberikan gambaran mengenai perbaikan pokja Admen, UKM, dan UKP puskesmas. Hal ini semakin menggiatkan Pusksemas Oro-Oro Ombo untuk meningkatkan kinerja pelayanan kesehatan dan melahirkan inovasi-inovasi baru. Pelaksanaan akreditasi puskesmas semata ditujukan untuk meningkatkan mutu pelayanan Puskesmas Oro-Oro Ombo sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama pilihan masyarakat di Kota Madiun dan sekitarnya. (Aulia Mutiara)

HKN Ke-54, Ayo Hidup Sehat!

Tanggal 12 November setiap tahunnya diperingati sebagai peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) dimana selalu diperingati dengan berbagai even di Ibukota maupun di berbagai daerah Indonesia. Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (KB) Kota Madiun menggelar puncak peringatan HKN ke-54 Tahun 2018 di Halaman Depan Balaikota yang dihadiri oleh Walikota Madiun, H. Sugeng Rismiyanto, SH. M.Hum., dan dihadiri pula oleh pejabat-pejabat dari Forpimda, DPRD, Segenap OPD, PKK, Seluruh Lurah dan Pejuang-Pejuang Kesehatan dan KB termasuk kader-kader kesehatan sebagai ujung tombak yang membantu program-program kesehatan di Kota Madiun.

Puncak acara peringatan HKN dilakukan dengan menggelar jalan santai dan pameran kesehatan yang diikuti 2000 peserta dan dibuka langsung oleh  Bapak Walikota Madiun. Menurut penyataan Walikota Sugeng Rismiyanto  yang dikutip dari http://madiunkota.go.id/2018/11/16/raih-4-penghargaan-tahun-ini-walikota-apresiasi-dinkes-kota-madiun/, “Sehat itu kebutuhan setiap orang, mari menjaga kesehatan dimulai dari pribadi masing – masing.”

HKN Ke-54 Tahun 2018 mengangkat tema “Aku Cinta Sehat” dengan subtema Ayo Hidup Sehat, Mulai dari Kita. Tema ini sejalan dengan Program Indonesia untuk lebih sadar, mau dan mampu berperilaku sehat sehingga kualitas hidup masyarakat Indonesia meningkat setiap tahunnya. Dikutip dari http://promkes.kemkes.go.id/hari-kesehatan-nasional-hkn-ke-54-ayo-hidup-sehat-mulai-dari-kita “Momentum HKN ke-54 ini juga bertujuan sebagai langkah mewujudkan peningkatan kualitas kesehatan setinggi-tingginya, dengan melibatkan seluruh komponen bangsa mulai dari pemerintah hingga masyarakat berperan aktif dan semakin menggalakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dalam aktivitas sehari-hari.”

Perlu kita ketahui bahwa 3 poin GERMAS yang telah diluncurkan sejak tahun 2016 di Kota Madiun adalah mengkonsumsi beragam sayur dan buah, olahraga atau aktivitas fisik secara teratur dan terukur, serta cek kesehatan secara berkala atau rutin.

Sebelum dilakukan acara puncak peringatan, telah dilaksanakan ragam rangkaian peringatan HKN ke-54 oleh Dinkes dan KB beserta 6 Puskesmas di Kota Madiun. Rangkaian acara tersebut antara lain :

  • Lomba-lomba bidang kesehatan dan KB,
  • Seminar menopause di Hotel Aston tanggal 31 Oktober 2018,
  • Talkshow Hari Aids Sedunia di Atrium Suncity Mall tanggal 11 November 2018,
  • Upacara peringatan HKN di Halaman Balaikota tanggal 12 November 20018,
  • Pemeriksaan IVA gratis di 3 Kecamatan mulai tanggal 12-14 November 2018.

Dalam acara puncak peringatan disiarkan bahwa selama tahun 2018, Kota Madiun mendapat 4 penghargaan dalam bidang kesehatan. Penghargaan tersebut adalah Pastika Parama (penghargaan dalam mengimplementasikan kawasan bebas asap rokok), STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) Berkelanjutan, Puskesmas Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Timur, dan Kota Sehat.

Diharapkan bahwa dengan momentum acara HKN ke-54 ini seluruh lapisan masyarakat dapat terlibat dalam mendukung untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat terutama masyarakat di Kota Madiun. (Devi)

LIONTIN MAS KAWIN Melaju Otonomi Awards

Liontin Mas Kawin (LMK) yang merupakan kepanjangan dari Lembar Informasi Calon Pengantin Agar Masa Depan Wilujeng adalah sebuah inovasi layanan Puskesmas Oro – Oro Ombo yang telah digaungkan sejak bulan September 2016. Inovasi LMK ini dilaksanakan di 5 kelurahan wilayah kerja puskesmas.

Sejak bulan Juni – Juli 2018 telah dilakukan pendampingan dan konsultasi penyusunan proposal LMK oleh Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Madiun untuk diajukan dalam kompetisi proposal inovasi Otonomi Awards. Pada tanggal 6 Agustus 2018 diumumkan bahwa inovasi LMK lolos ke babak presentasi bersama 39 inovasi lainnya se-Jawa Timur. Puskesmas Oro – Oro Ombo menjadi satu – satunya instansi yang mewakili Kota Madiun dalam babak presentasi proposal Otonomi Awards 2018.

Presentasi LMK telah dilakukan pada tanggal 9 Agustus kemarin bertempat di Hotel Wyndham Surabaya. Tim Puskesmas berangkat bersama pendamping dari Dinas Kesehatan dan KB serta Bagian Organisasi Sekda Kota Madiun. (dev)

Pelaksanaan ORI Difteri Putaran Kedua

Tercatat mulai tanggal 2 Juli 2018 telah pelaksanaan ORI Difteri putaran kedua. Kriteria sasaran ORI Difteri putaran kedua ini sama seperti ORI Difteri putaran pertama yaitu anak usia 1 hingga 19 tahun dan dilaksanakan di posyandu balita, PAUD, TK, SD/MI, SMP/Mts hingga SMA/SMK/MA di 5 kelurahan wilayah Puskesmas Oro-Oro Ombo. Imunisasi Difteri diberikan secara gratis dan bersifat wajib bagi sasaran yang memenuhi kriteria usia tersebut.

Imunisasi ORI Difteri dilaksanakan sebanyak 3 putaran dengan interval 0-5-5. Dalam hal ini putaran kedua dilaksanakan 5 bulan setelah putaran pertama, sedangkan putaran ketiga dilaksanakan 5 bulan setelah putaran kedua. Putaran pertama telah dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2018. Sedangkan untuk putaran ketiga akan dilaksanakan akhir tahun 2018 ini. Dengan terlaksananya  imunisasi ini diharapkan Kota Madiun dapat terbebas dari penyakit Difteri yang sedang marak terjadi di Indonesia. (Dayu)

Kelurahan Oro Oro Ombo : Kampung Sadar Gizi

Untuk membangun kemandirian pemberdayaan dan kesadaran masyarakat di Kecamatan Kartoharjo dalam mengenal, mencegah dan mengatasi masalah gizi setiap anggota keluarganya, maka Dinas Kesehatan dan Berencana Kota Madiun membentuk Kampung Sadar Gizi di wilayah Kelurahan Oro-Oro Ombo.

Pembentukan Kampung Sadar Gizi di Kelurahan Oro-Oro Ombo ini  dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2018 bertempat di Gedung Kelurahan Oro-Oro Ombo meliputi 1 wilayah Rukun Warga (RW), yaitu RW I yang meliputi RT I, RT II, RT III, dan RT IV. Acara Kampung Sadar Gizi dilaksanakan selama dua sesi. Sesi pertama pada pukul 13.00 WIB dimulai dengan acara registrasi, sosialisasi tentang Kampung Sadar Gizi, Survey Keluarga Sehat, dan pemeriksaan kesehatan sesuai kelompok umur (penimbangan bayi/balita dan Pemeriksaan Penyakit Tidak Menular (PTM). Sesi kedua pada pukul 19.00 WIB dimulai dengan registrasi dan pemaparan hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pada sesi pertama.

Dengan Pembentukan Kampung Sadar Gizi di Kelurahan Oro-Oro Ombo diharapkan seluruh anggota masyarakat sudah menempati rumah yang sehat, memiliki kemandirian untuk memantau status gizi dan berperilaku hidup sehat.  (Cherlly)

 

Kesehatan Gigi dan Mulut : Karies Pada Anak

 

Karang gigi kotoran dalam rongga mulut (plak) yang menempel pada gigi (email gigi) dalam jangka waktu lama, yang akan mengeras (termineralisasi) sehingga akan sulit untuk dibersihkan jika hanya dengan menggosok gigi. Dalam rongga mulut, karang gigi biasanya terletak pada permukaan gigi di atas gusi yang disebut karang gigi supraginggiva dan pada permukaan gigi di bawah gusi yang disebut karang gigi subginggiva.

Penyebab karang gigi adalah adanya aktivitas bakteri  yang mengubah sisa gula di atas permukaan email gigi yang akan menjadi kotoran atau plak. Karang gigi ini sulit dibersihkan dengan hanya menggosok gigi atau berkumur dengan obat kumur. Jika dibiarkan menumpuk akan menimbulkan gangguan kesehatan mulut lainnya, diantaranya timbul bau mulut serta menyebabkan beberapa penyakit gusi seperti radang gusi atau gingivitis.

CARA MEMBERSIHKAN DAN PENCEGAHAN KARANG GIGI

Kita  tidak dianjurkan untuk membersihkan karang gigi sendiri karena dikhawatirkan akan memperparah keadaan gigi kita, untuk itu memerlukan bantuan dokter gigi atau perawat gigi karena dengan cara pembersihan yang baik dan benar tidak akan merusak gigi. Dalam pembersihan karang gigi biasanya disertai rasa ngilu karena bagian-bagian sensitif pada leher gigi yang semula tertutup karang gigi menjadi terbuka. Gusi mungkin juga berdarah karena gusi yang tertutup karang gigi meradang dan lebih sensitif, tapi jika karang gigi dibersihkan perdarahan akan berhenti. Pencegahan munculnya karang gigi dalam rongga mulut yaitu dengan cara:

  1. Menjaga kebersihan mulut dengan cara menyikat gigi dua kali sehari (setelah sarapan pagi dan malam sebelum tidur). Dengan cara ini dapat mencegah pembentukan plak pada permukaan email gigi.
  2. jika ada sisa-sisa makanan diantara gigi (interdental), bersihkan dengan benang gigi (dental floss) atau sikat khusus interdental.
  3. Memperbanyak minum air putih.
  4. Mengurangi konsumsi makanan yang mengandung gula dan tepung.
  5. Memeriksakan gigi secara berkala 6 bulan sekali dengan ada atau tidak ada keluhan.

 

Penulis : drg. Kus Ariwijayanti

Penyunting : Cherlly Pritta

 

 

Penyuluhan Kelompok ASI Eksklusif dan MPASI

Seribu Hari Pertama Kehidupan (HPK) adalah periode emas pertumbuhan dimulai sejak dalam kandungan hingga berusia 2 tahun. Karena itu penting untuk memastikan bahwa anak usia 0-2 tahun mendapatkan asuhan gizi yang terbaik. Asuhan gizi yang dimaksudkan adalah pemberian makanan pada bayi dan anak sesuai standar ‘emas’ yaitu Inisiasi Menyusui Dini (IMD), Asi Eksklusif saja sampai usia 6 bulan, MP-ASI dan ASI sampai usia dua tahun atau lebih setelahnya.

Pada bulan Juli tahun 2018 Puskesmas Oro-Oro Ombo bekerja sama dengan Kelurahan menyelenggarakan Penyuluhan Kelompok tentang Program Kesehatan ASI Eksklusif dan MPASI yang dilaksanakan pada tanggal 23 Juli-27 Juli 2018, meliputi Kelurahan Sukosari, Oro-Oro Ombo, Kartoharjo, Klegen, dan Kanigoro. Acara ini turut mengundang kader posyandu, motivator ASI, ibu hamil, dan menyusui serta lintas sektor. Dengan terlaksananya acara ini diharapkan ibu-ibu  mampu melakukan IMD (Inisiasi Menyusu Dini) dan memberikan ASI eksklusif kepada bayinya, serta memberikan MP-ASI secara baik dan benar. Untuk kader posyandu, Motivator ASI serta lintas sektor diharapkan mampu mendukung dan menjadi fasilitator ibu-ibu dalam terlaksananya program IMD, ASI Eksklusif dan PMBA.

Penulis : Dea Mustika H, S.Gz

Penyunting :  Cherlly Pritta

 

WASPADA, KANKER SERVIKS !

Kanker serviks adalah kanker yang menyerang leher rahim. Kanker serviks dimulai ketika sel-sel yang sehat mengalami mutasi genetik atau perubahan pada DNA.  Mutasi genetik inilah yang menyebabkan perubahan sel normal menjadi abnormal yang kemudian sel ini berkembang biak dengan sangat cepat.

Gejala kanker serviks yang perlu diwaspadai adalah :

  1. Perdarahan di luar siklus menstruasi meskipun tidak sedang menggunakan KB hormonal;
  2. Nyeri berlebih dan perdarahan saat berhubungan seksual;
  3. Keputihan yang tidaknormal, biasanya berwarna kuning kehijauan (seperti nanah), gatal dan berbau busuk;
  4. Nyeri di daerah panggul.

Kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (tipe 16 dan 18)  yang pada umumnya tersebar melalui hubungan seksual.  Adapun faktor yang meningkatkan resiko menderita kanker serviks adalah:

  1. Aktivitas seksualpadausia yang terlalu dini;
  2. Berganti-ganti pasangan seksual;
  3. Kebiasaan merokok;
  4. Sistem kekebalan tubuh yang lemah;
  5. Terlalusering melahirkan anak;
  6. Kontrasepsi hormonal lebih dari lima tahun.

Kanker serviks merupakan silent kanker bagi para wanitakarena penyakit ini tidak menimbulkan gejala pada stadium awal, dan baru menimbulkan gejala pada stadium lanjut.  Nah disini pentingnya dilakukan deteksi dini kanker serviksmelaluipemeriksaan IVA / papsmear.Karena penanganan pada stadium awal memiliki peluang sembuh lebih tinggi dibandingkan pada stadium lanjut.

Penulis : NurHeliana Sari, Amd. Keb