Pemeriksaan Penyakit Tidak Menular PTM di SDN Oro-Oro Ombo Madiun

 

Mengawali tahun baru di Tahun 2018, UPTD Puskesmas Oro-Oro Ombo menambah Pemeriksaan PTM (Penyakit Tidak Menular) di berbagai instansi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Oro-Oro Ombo Kota Madiun. Salah satunya yaitu di wilayah Kelurahan Oro-Oro Ombo yaitu di SDN Oro-Oro Ombo di Jalan Biduri Kota Madiun.

Pemeriksaan PTM (Penyakit Tidak Menular) meliputi anamnesa gaya hidup, pemeriksaan tekanan darah, penghitungan IMT, pemeriksaan GDA, dan konsultasi dokter. Sebanyak 35 pengajar mengikuti pemeriksaan ini.

Ibu Candra selaku Pengelola Program PTM menjelaskan bahwa Pemeriksaan PTM ini bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan angka kematian yang disdebabkan penyakit tidak menular dengan melaksanakan kegiatan upaya pengendalian PTM yang berbasis masyarakat. Nantinya, penambahan unit Pemeriksaan PTM juga akan dilakukan di Kelurahan Sukosari Madiun.

Yuk, hidup sehat dimulai dari sekarang! (cherlly-red)

 

 

Penilaian Lomba Bina Keluarga Balita Kelurahan Klegen Tahun 2017

Hari Sabtu tanggal 16 Desember 2017 telah dilaksanakan Penilaian Lomba Bina Keluarga Balita (BKB) di  Kelurahan Klegen Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun. Penilaian Lomba Bina Keluarga Balita (BKB) bertempat di kediaman Ibu Sri Cahyo, Jalan Thamrin Gang VII Kelurahan Klegen.

Acara Penilaian Lomba Bina Keluarga Balita (BKB) dimulai pada pukul 08.30 WIB dan dibuka oleh Lurah Klegen, Didik Srihadi S.Sos. Pada acara tersebut turut mengundang kader balita, ibu bayi balita Posyandu II Klegen, dan perangkat desa Kelurahan Klegen.

Dalam pembukaannya, Bapak Didik Srihadi, S.Sos selaku Lurah Klegen menunjukkan antusiasnya sebagai tuan rumah Penilaian Lomba BKB dan berharap agar Kelurahan Klegen dapat meraih hasil yang memuaskan.

Penilaian Lomba Bina Kelurga Balita (BKB) Dahlia ini merupakan lomba kedua dari bidang KB setelah sebelumnya BKR Tulip telah dilakukan penilaian pada bulan Nopember lalu. Tim Penilai Lomba BKB menilai dari segi administrasi dan bukti pelaksanaan kegiatan BKB Dahlia di lapangan.

Acara berakhir pada pukul 10.00 WIB dan ditutup dengan sesi foto bersama Tim Penilai dari Dinas Kesehatan dan KB beserta kader BKB Dahlia. (cherlly – red)

 

Siaran Keliling : Cegah Difteri dengan Imunisasi

Siaran Keliling merupakan media pemberian informasi kesehatan pada masyarakat luas dengan cara berkeliling dengan mengendarai mobil dan memakai pengeras suara. Dalam kegiatan ini, siaran keliling merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh tim promkes setiap dua bulan sekali, namun bisa dilakukan secara tentatif sebulan sekali mengikuti informasi kesehatan yang terkini.

Pada bulan Desember, Puskesmas Oro-Oro Ombo melaksanakan kegiatan siaran keliling dengan tema “Cegah Difteri dengan Imunisasi”.

Hingga bulan November 2017, tercatat ada 95 kabupaten/kota dari 20 provinsi di Indonesia melaporkan kasus Difteri dan 11 provinsi dalam status KLB (Kejadian Luar Biasa).

Siaran keliling tentang Difteri dilakukan di 5 (lima) wilayah kerja Puskesmas Oro-Oro Ombo meliputi Kelurahan Kanigoro, Kelurahan Klegen, Kelurahan Sukosari, Kelurahan Oro-Oro Ombo, dan Kelurahan Kartoharjo.

Dalam siaran keliling ini, petugas mengingatkan kembali agar masyarakat waspada terhadap gejala awal Difteri. Selain itu, masyarakat dihimbau agara menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker bila sedang batuk, dan segera berobat ke pelayanan kesehatan terdekat jika ada keluarga atau kerabat yang menderita demam.

Penyakit Difteri juga dapat menyerang di berbagai usia, tidak hanya anak-anak. Selain itu, penyakit Difteri dapat dicegah dengan imunisasi. Vaksin untuk imunisasi Difteri ada 3 jenis, yaitu vaksin DPT-HB-Hib, vaksin DT, dan vaksin Td yang diberikan pada usia berbeda. Imunisasi Difteri diberikan melalui Imunisasi Dasar pada bayi (di bawah 1 tahun) sebanyak 3 dosis vaksin DPT-HB-Hib dengan jarak 1 bulan. Selanjutnya, diberikan Imunisasi Lanjutan (booster) pada anak umur 18 bulan sebanyak 1 dosis vaksin DPT-HB-Hib; pada anak sekolah tingkat dasar kelas-1 diberikan 1 dosis vaksin DT, lalu pada murid kelas-2 diberikan 1 dosis vaksin Td, kemudian pada murid kelas-5 diberikan 1 dosis vaksin Td.

Ayo, cegah Difteri dengan Imunisasi. (cherlly – red)

Kunjungan WHO Internasional ke Puskesmas Oro-Oro Madiun

Selama bulan Agustus – September 2017 telah dilakukan kegiatan Pekan Imunisasi Nasional Measles Rubella (MR) fase 1 yang dilaksanakan serentak di Pulau Jawa. Sasaran dari Imunisasi MR adalah bayi usia 9 bulan hingga anak usia kurang dari 15 tahun dan dilaksanakan di sekolah, puskesmas, posyandu, dan fasilitas kesehatan lainnya. Imunisasi MR bertujuan melindungi anak-anak kita dari penyakit campak dan rubella yang dapat menyebabkan cacat dan kematian.

Keberhasilan Kampanye dan Introduksi Imunisasi MR di Indonesia akan sangat berpengaruh pada keberhasilan pencapaian eliminasi di tingkat regional Asia Tenggara (SEARO). Hal ini sejalan dengan target di tingkat global dan regional untuk mencapai eliminasi penyakit campak dan rubella pada tahun 2020.

Pada tanggal 27 September 2017 kemarin, UPTD Puskesmas Oro-Oro Ombo Kota Madiun menerima kunjungan Internasional Observasi dan Monitoring WHO yaitu Asmaniar, selaku penanggungjawab (PIC) dan Dr. Carol Tevi-Benissan dari WHO HQ. Kunjungan ini dimaksudkan untuk mengobservasi dan memonitoring pelaksanaan kampanye dan introduksi imunisasi MR di Kota Madiun khususnya di Puskesmas Oro-Oro Ombo guna berbagi pengalaman kepada negara-negara lain yang belum melaksanakan imunisasi MR.

Ibu Asmaniar dalam pertemuan review bersama Puskesmas Oro-Oro Ombo menyampaikan bahwa Pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR di wilayah Puskesmas Oro-Oro Ombo telah berjalan dengan baik dan masyarakat di wilayah sekitar terpapar informasi yang tepat melalui media sosial, poster, leaflet, televisi, radio, informasi petugas kesehatan dan kader. Beliau berpesan bahwa petugas kesehatan bersama dengan kader kesehatan untuk melakukan sweeping beberapa minggu lagi guna memantau jika masih terdapat bayi/balita/anak-anak yang belum mendapatkan Imunisasi MR. (devi-red)

 

Skrining Kesehatan

Pada Bulan September hingga Oktober 2017 nanti, dilakukan Skrining Kesehatan untuk siswa baru Sekolah Dasar (SD)/MI, siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP)/sederajat dan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA)/SMK di wilayah kerja Puskesmas Oro-Oro Ombo.

Skrining kesehatan selama Bulan September dilakukan di SMP dan SMA sedangkan untuk Bulan Oktober, skrining kesehatan dilakukan di SD/MI. Kegiatan Skrining Kesehatan ini merupakan upaya pencegahan penyakit (preventif) dengan melakukan penjaringan terhadap anak baru masuk di sekolah. Dengan kegiatan ini, diharapkan petugas dapat mendeteksi secara dini  masalah kesehatan anak sekolah. Jika terjadi masalah serius terhadap kesehatan siswa, petugas dapat mengambil tindakan supaya masalah kesehatan tersebut tidak bertambah buruk.

Petugas puskesmas yang bertugas akan melakukan beberapa pemeriksaan, diantaranya adalah pemeriksaan tanda-tanda vital, seperti pemeriksaan status gizi dan pemeriksaan kebersihan diri. Selain itu ada pemeriksaan tekanan darah, test buta warna, pemeriksaan gula darah sewaktu, pemeriksaan kesehatan pendengaran, pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut dan pemeriksaan tajam penglihatan (visus).

Mari ciptakan generasi sehat dan kuat sehingga menjadikan Indonesia hebat dengan skrining kesehatan.

(cherlly-red)

Refreshing Taman Posyandu Puskesmas Oro-Oro Ombo Madiun

 

Taman Posyandu adalah layanan PAUD yang terintergrasi dengan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan Bina Keluarga Balita (BKB). Aksi ini diprakarsai oleh para kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jawa Timur. Sejak Maret 2012, Pemerintah Jawa Timur mencanangkan Gerakan 10.000 Taman Posyandu, di mana layanan ini akan tersedia di setiap desa.

Kamis tanggal 7 September 2017 dilaksanakan kegiatan Refreshing Taman Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Oro-Oro Ombo. Bertempat di Gedung Pertemuan Kelurahan Sukosari dan dimulai pada pukul 09.00 – 10.30 WIB. Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari kader taman posyandu dan petugas promkes. Bapak Mahsun selaku bidang PLKB mengisi materi tentang Kartu Kembang Anak (KKA). Bapak Mahsun juga menjelaskan tentang cara pengisian KKA serta memberikan dukungan kepada kader posyandu balita.

Pada pertemuan itu, untuk pertama kalinya video tentang Imunisasi Campak Rubella (MR) Puskesmas Oro-Oro Ombo dibagikan. Dari petugas promkes, menghimbau agar kader berperan serta dalam pelaksanaan Imunisasi Campak Rubella (MR)dengan cara mendata sasaran anak yang belum sekolah dan anak yang putus sekolah dibawah usia 15 tahun agar mendapatkan Imunisasi Campak Rubella (MR) di puskesmas.

Dengan terlaksananya pertemuan ini, diharapkan kader dapat menerapkan ilmu yang sudah didapatkan di posyandu masing-masing dan menularkan ilmu tersebut kepada kader yang lainnya. (cherlly-red)

 

Senam Bersama Masyarakat dan Pelayanan KB

Salah satu indikator dari Gerakan Masyarakat Menuju Sehat (Germas) adalah dengan melakukan aktivitas fisik selama 30 menit. Salah satu aktivitas fisik yang biasa dilakukan pada saat hari Minggu atau hari libur adalah bersepeda, berlari, berjalan kaki, dan senam pagi.

Pada Hari Minggu tanggal 27 Agustus 2017, telah diadakan kegiatan Senam Bersama Masyarakat dan Pelayanan KBdi Lapangan Kanigoro Madiun. Acara dimulai pukul 06.00 WIB diawali dengan acara senam. Di Lapangan Kanigoro juga terdapat stan Pemeriksaan Penyakit Tidak Menular (PTM) diantaranya adalah pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah dan kolestrol, serta konsultasi dokter.

Masyarakat Kelurahan Kanigoro maupun lingkungan sekitar dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Selain kegiatan senam dan Pemeriksaan Penyakit Tidak Menular (PTM) masyarakat dapat menikmati Pelayanan KB yang bertempat di Puskesmas Pembantu Kanigoro, Jalan Birawa Bakti Madiun. Pelayanan KB yang ada meliputi Pelayanan KB Suntik, Implan, dan IUD.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kota Madiun. Salam Sehat dan ayo dukung Germas! (cherlly-red)

Lomba Penyuluhan HIV/AIDS bagi Kader Masyarakat Kota Madiun

Sudah lebih dari tiga dekade, HIV/AIDS masih menjadi momok yang menakutkan bagi dunia. HIV/AIDS menjadi salah satu masalah yang dapat menghancurkan generasi muda di seluruh dunia. Dengan bertambahnya kasus HIV/AIDS, Dinas Kesehatan dan Keluraga Berencana Kota Madiun menggelar acara “Lomba Penyuluhan HIV/AIDS bagi Kader Masyarakat Kota Madiun” pada Hari Selasa, 5 September 2017. Bertempat Gedung Diklat Jalan Duku Nomor 1 Kelurahan Taman Madiun, acara dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana, dr. Agung Sulistya Wardani, M.Mkes.

Peserta lomba merupakan kader kesehatan di masing-masing kelurahan di Kota Madiun. Persyaratan yang diberikan oleh panitia adalah setiap puskesmas mengirimkan empat kader dengan formasi dua kader pria dan dua kader wanita. Sebanyak 24 kader berpartisipasi dalam acara ini.

 

 

Panitia memberikan waktu sepuluh menit kepada kader untuk melakukan penyuluhan. Peserta diperbolehkan membawa alat peraga selama melakukan penyuluhan dan peserta yang tahun sebelumnya pernah memenangkan juara I tidak diperbolehkan mengikuti lomba pada hari ini. Pemenang lomba dibagi menjadi dua kategori, yaitu pemenang pria dan pemenang wanita dengan merebut hadiah utama uang tunai sebesar tiga juta rupiah.

Selamat kepada Ibu Ririn Susiani, kader perwakilan dari Kelurahan Kanigoro yang telah meraih juara II. Semoga acara pada hari ini dapat memotivasi kader maupun tokoh masyarakat untuk terus memberikan informasi secara kontinyu tentang HIV/AIDS di lingkungan sekitar. (cherlly-red)

 

Pertemuan Evaluasi Pemantauan Status Gizi & Pemberian Makan Bayi dan Anak

 

Rabu, 30 Agustus 2017 diadakan Pertemuan Evaluasi Pemantauan Status Gizi bagi guru PAUD dan TK di wilayah kerja Puskesmas Oro-Oro Ombo Kota Madiun. Acara ini dimulai pada pukul 09.30 WIB dan bertempat di Ruang Pertemuan UPTD Diknas Kecamatan Kartoharjo, Jalan Udowo Nomor 7 Madiun.

Acara ini dibuka oleh Bapak Deddi Haryono selaku pemegang program Gizi Puskesmas Oro-Oro Ombo Kota Madiun. Sebanyak 43 guru PAUD dan TK hadir dalam acara tersebut dan turut mengundang perwakilan dari staf UPTD Diknas Kecamatan Kartoharjo Madiun.

 

 

Dalam pertemuan kali ini, Bapak Deddi Haryono menyampaikan materi tentang Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA).

Standar pemberian makanan /pada bayi meliputi : Inisiasi Menyusui Dini (IMD) saat bayi baru lahir dilanjutkan dengan rawat gabung, Pemberian Air Susu Ibu (ASI) sampai dengan usia 6 bulan, Pemberian makanan pendamping air susu ibu (MP ASI) mulai umur 6 bulan, dan menyusui dilanjutkan sampai dengan usia 24 bulan atau lebih.

Dengan dilaksanakan pertemuan Evaluasi Pemantauan Status Gizi dan Pemberian Makan Bayi dan Anak ini, dapat memberikan manfaat bagi para undangan yang hadir dan dapat memberikan ilmu tersebut kepada lingkungan sekitar. (Cherlly – red)