Pertemuan Evaluasi Pemantauan Status Gizi & Pemberian Makan Bayi dan Anak

 

Rabu, 30 Agustus 2017 diadakan Pertemuan Evaluasi Pemantauan Status Gizi bagi guru PAUD dan TK di wilayah kerja Puskesmas Oro-Oro Ombo Kota Madiun. Acara ini dimulai pada pukul 09.30 WIB dan bertempat di Ruang Pertemuan UPTD Diknas Kecamatan Kartoharjo, Jalan Udowo Nomor 7 Madiun.

Acara ini dibuka oleh Bapak Deddi Haryono selaku pemegang program Gizi Puskesmas Oro-Oro Ombo Kota Madiun. Sebanyak 43 guru PAUD dan TK hadir dalam acara tersebut dan turut mengundang perwakilan dari staf UPTD Diknas Kecamatan Kartoharjo Madiun.

 

 

Dalam pertemuan kali ini, Bapak Deddi Haryono menyampaikan materi tentang Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA).

Standar pemberian makanan /pada bayi meliputi : Inisiasi Menyusui Dini (IMD) saat bayi baru lahir dilanjutkan dengan rawat gabung, Pemberian Air Susu Ibu (ASI) sampai dengan usia 6 bulan, Pemberian makanan pendamping air susu ibu (MP ASI) mulai umur 6 bulan, dan menyusui dilanjutkan sampai dengan usia 24 bulan atau lebih.

Dengan dilaksanakan pertemuan Evaluasi Pemantauan Status Gizi dan Pemberian Makan Bayi dan Anak ini, dapat memberikan manfaat bagi para undangan yang hadir dan dapat memberikan ilmu tersebut kepada lingkungan sekitar. (Cherlly – red)

TANDORA Puskesmas Oro-Oro Ombo Madiun

Tandora atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kegiatan Donor Darah merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali di masing-msing kelurahan di wilayah kerja Puskesmas Oro-Oro Ombo Madiun. Kelurahan yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Oro-Oro Ombo meliputi Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kelurahan Klegen, Kelurahan Kanigoro, Kelurahan Kartoharjo, dan Kelurahan Sukosari.

 

 

Kegiatan Donor Darah yang telah berjalan ini difokuskan untuk P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi) sehingga dapat mengantisipasi terjadinya komplikasi pada ibu hamil, bersalin, dan nifas. Bekerjasama dengan pihak PMI Kota Madiun, pelaksanaan donor darah biasa dilakukan di gedung pertemuan/ruang pertemuan di kantor kelurahan masing-masing wilayah. Peserta donor darah adalah masyarakat di kelurahan yang terkait dan tidak dipungut biaya.

Yuk, donor darah!

Kapan lagi kita bisa menyehatkan badan selagi menyelamatkan sesama. (cherlly-red)

Kampanye CTPS dan Jumantik Sekolah

 

Pada tanggal 15-16 Agustus 2017 telah diadakan acara “Kampanye CTPS dan Jumantik Sekolah” bagi siswa-siswi SD di wilayah kerja Puskesmas Oro-Oro Ombo Kota Madiun. Acara ini dilaksanakan di Gedung Pertemuan Kelurahan Sukosari dan dimulai pada pukul 08.30 WIB. Sebanyak 180 siswa bergabung dalam acara ini yang berlangsung selama 2 hari.

Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi tentang Jumantik Sekolah. Materi ini bertujuan agar siswa dapat melakukan Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB)  di dalam lingkungan sekolah dan di lingkungan sekitar dalam radius 500 meter dari sekolah secara langsung dengan didampingi oleh guru UKS.

Materi ke dua yang didapatkan oleh peserta adalah Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Pada materi ini, siswa mendapatkan ilmu tentang prinsip dasar, manfaat serta 5 waktu penting Cuci Tangan Pakai Sabun. Di akhir acara, panitia membagikan doorprize kepada peserta yang dapat menjawab pertanyaan seputar materi yang telah diberikan pada hari iitu.

Dengan kegiatan Kampanye CTPS dan Jumantik Sekolah, diharapkan peserta yang masih duduk di sekolah dasar ini dapat menularkan dan menerapkan ilmu kepada teman di sekitarnya serta memberikan hal positif di lingkungan sekolah maupun di lingkungan rumah. (Cherlly-red)

Agustus : Bulan Vitamin A

Setiap 2 kali dalam setahun, kita selalu mengingat adanya bulan Vitamin A yaitu pada bulan Februari dan Agustus. Tepat pada bulan Agustus ini dilaksanakan pemberian vitamin A di seluruh posyandu di wilayah kerja Puskesmas Oro-Oro Ombo Kota Madiun. Terdapat 2 jenis Vitamin A yg diberikan yaitu Kapsul Vitamin A berwarna biru dengan dosis 100.000 IU hanya untuk bayi usia 6-11 bulan dan Kapsul Vitamin A berwarna merah dengan dosis 200.000 IU diberikan kepadau balita dan ibu nifas.

 

 

Pemberian vitamin A bisa dilakukan oleh petugas kesehatan ataupun para kader kesehatan di posyandu. Jika putra-putri Anda belum sempat ke posyandu, Anda bisa mendapatkannya di Puskesmas terdekat. Dengan pemberian Vitamin A bisa memberikan banyak manfaat bagi kesehatan bayi dan balita sedini mungkin. Ayo dapatkan vitamin A secara gratis! (devi/red)

Penilaian Kelurahan Bebas Jentik Tingkat Kecamatan

Pada minggu keempat di Bulan Juli kemarin telah dilaksanakan rangkaian pelaksanaan Penilaian Lomba Kelurahan Bebas Jentik Tingkat Kecamatan bagi wilayah UPTD Puskesmas Oro-Oro Ombo Kota Madiun. Penilaian lomba tersebut diawali dengan Kelurahan Kartoharjo pada hari Senin tanggal 24, diikuti Kelurahan Kanigoro hari Selasa tanggal 25, Kelurahan Klegen hari Rabu tanggal 26 Juli, Kelurahan Sukosari hari Kamis tanggal 27 Juli dan penilaian terakhir adalah Kelurahan Oro-Oro Ombo hari Jumat tanggal 28 Juli 2017.

 

 

Kegiatan penilaian ini merupakan acara tahunan oleh Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Madiun dan Pemerintah Kota Madiun. Penilaian yang diawali di tingkat kecamatan selanjutnya akan dilanjutkan di tingkat kota dan kemudian tingkat provinsi.

Penilaian ini bertujuan untuk selalu memupuk semangat berkompetisi antar Kelurahan dalam menggalakkan kegiatan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) di wilayahnya masing-masing serta berinovasi selalu dalam pencegahan kejadian demam berdarah. Hasil dari pPenilaian Lomba Bebas Jentik Tingkat Kecamatan Kartoharjo dimenangkan oleh Kelurahan Oro-Oro Ombo sebagai juara pertama, Kelurahan Klegen sebagai juara kedua, dan Kelurahan Pilangbango sebagai juara ketiga.

Selamat bagi ketiga Kelurahan yang lolos ke tahap Tingkat Kota Madiun. (dev-red)

World Breastfeeding Week 2017

It takes a village to raise a child, and it takes the whole country to support breastfeeding

 

Setiap hari selama Pekan ASI Sedunia yang berlangsung pada tanggal 1-7 Agustus 2017, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) menayangkan serial Infografis berjudul “Empat Pilar dalam Perencanaan Strategis Terkait Menyusui” yang ditulis oleh Miriam Harriet Labbok. Tema ini mengurai secara teknis tema World Breastfeeding Week (WBW) 2017, “Sustaining Breastfeeding Together”. Dr. Miriam Harriet Labbok (1949-2016) adalah seorang pakar menyusui serta pakar kesehatan ibu dan bayi yang mengabdikan 40 tahun hidupnya memperjuangkan kampanye menyusui di seluruh dunia, terutama di negara berkembang.

Dukungan kepada ibu dan bayi memerlukan peran keempat pilar yang saling berkaitan ini sebagai kunci agar kesuksesan menyusui dapat tercapai.

Pilar Pertama, Kebijakan Pemerintah yang Melindungi Hak Ibu dan Bayi untuk Menyusui dan Menyusu. Sangat penting untuk memiliki kebijakan yang berpihak pada ibu dan bayi serta bebas dari konflik kepentinganPilar Kedua, Komitmen Pemerintah Dalam Menjalankan Program-Program yang Mendukung Menyusui. Pemerintah harus segera mengatur promosi formula pertumbuhan untuk usia 36 bulan, karena banyak penelitian yang menunjukkan bahwa hal ini merupakan faktor penghalang kegiatan menyusui. Pilar Ketiga, Meningkatkan Kemampuan dan Pemahaman Tenaga Kesehatan Terhadap Kegiatan Menyusui. Meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan mengenai Manajemen Menyusui dan panduan menyusui yang lengkap serta bebas dari pesan sponsorPilar Keempat, Dukungan Masyarakat dan Keluarga. Selain pemerintah, dukungan dari pemuka agama, penegak hukum, tenaga kesehatan, dan orang-orang terdekat ibu dan bayi sangat menentukan keberhasilan menyusui seorang ibu.

Pola Sosial Lintas Sektor yang Melindungi Kegiatan Menyusui menjelaskan bahwa setiap lapisan memiliki peran besar dan pada akhirnya payung terbesar ada di kebijakan yang berpihak pada hak ibu dan bayi. Kebijakan yang bebas konflik kepentingan dan dukungan dari semua pihak sangatlah penting, agar para ibu merasa berdaya dan percaya diri dalam mengasuh anak.

(Source : https://www.aimi-asi.org/layanan/lihat/world-breastfeeding-week-2017)