LIONTIN MAS KAWIN Melaju Otonomi Awards

Liontin Mas Kawin (LMK) yang merupakan kepanjangan dari Lembar Informasi Calon Pengantin Agar Masa Depan Wilujeng adalah sebuah inovasi layanan Puskesmas Oro – Oro Ombo yang telah digaungkan sejak bulan September 2016. Inovasi LMK ini dilaksanakan di 5 kelurahan wilayah kerja puskesmas.

Sejak bulan Juni – Juli 2018 telah dilakukan pendampingan dan konsultasi penyusunan proposal LMK oleh Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Madiun untuk diajukan dalam kompetisi proposal inovasi Otonomi Awards. Pada tanggal 6 Agustus 2018 diumumkan bahwa inovasi LMK lolos ke babak presentasi bersama 39 inovasi lainnya se-Jawa Timur. Puskesmas Oro – Oro Ombo menjadi satu – satunya instansi yang mewakili Kota Madiun dalam babak presentasi proposal Otonomi Awards 2018.

Presentasi LMK telah dilakukan pada tanggal 9 Agustus kemarin bertempat di Hotel Wyndham Surabaya. Tim Puskesmas berangkat bersama pendamping dari Dinas Kesehatan dan KB serta Bagian Organisasi Sekda Kota Madiun. (dev)

Pelaksanaan ORI Difteri Putaran Kedua

Tercatat mulai tanggal 2 Juli 2018 telah pelaksanaan ORI Difteri putaran kedua. Kriteria sasaran ORI Difteri putaran kedua ini sama seperti ORI Difteri putaran pertama yaitu anak usia 1 hingga 19 tahun dan dilaksanakan di posyandu balita, PAUD, TK, SD/MI, SMP/Mts hingga SMA/SMK/MA di 5 kelurahan wilayah Puskesmas Oro-Oro Ombo. Imunisasi Difteri diberikan secara gratis dan bersifat wajib bagi sasaran yang memenuhi kriteria usia tersebut.

Imunisasi ORI Difteri dilaksanakan sebanyak 3 putaran dengan interval 0-5-5. Dalam hal ini putaran kedua dilaksanakan 5 bulan setelah putaran pertama, sedangkan putaran ketiga dilaksanakan 5 bulan setelah putaran kedua. Putaran pertama telah dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2018. Sedangkan untuk putaran ketiga akan dilaksanakan akhir tahun 2018 ini. Dengan terlaksananya  imunisasi ini diharapkan Kota Madiun dapat terbebas dari penyakit Difteri yang sedang marak terjadi di Indonesia. (Dayu)