Puskesmas Oro-Oro Ombo Raih 3 Predikat Nakes Teladan

Dalam memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54, salah satu rangkaian kegiatan yang diadakan di Kota Madiun adalah pelaksanaan upacara pada  Senin tanggal 12 November di halaman Balai Kota. Dalam upacara tersebut diberikan penghargaan kepada beberapa Tenaga Kesehatan (Nakes) Teladan Tingkat Kota Madiun. Sebelumnya, Nakes tersebut telah melalui proses dalam pemilihan Nakes Teladan. Salah satunya membuat sebuah makalah inovasi kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Untuk Puskesmas Oro-Oro Ombo terpilih 3 Nakes Teladan dari profesi Bidan, Perawat dan Analis Laborat. Nur Helianasari, Amd. Keb., sebagai bidan menyusun inovasi Segar Sari yaitu Sarana Edukasi agar Masyarakat Sadar Kesehatan Reproduksi. Wiwik Ekowati, Amd. Kep., sebagai perawat mengangkat inovasi Pelita Kawan Risti, yaitu Peduli Kita pada Keluarga Rawan Resiko Tinggi dan Heru Cahyanto, SKM., sebagai Analis Laborat menyusun inovasi Konvoi Wedus, yaitu Konsultasi Online Lewat Media Sosial. (Devi)

Pemeriksaan Iva-Papsmear dalam Rangka Perayaan HKN ke-54

Pada tanggal 13 November 2018 dilaksanakan pemeriksaan Iva-Papsmear di Ruang Aula Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun. Pemeriksaan Iva-Papsmear tersebut diadakan dalam rangka Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54 yang jatuh pada tanggal 12 November. Pemeriksaan tersebut tidak hanya diadakan di Kecamatan Kartoharjo saja, melainkan juga diadakan di 2 kecamatan lainnya yaitu Kecamatan Manguharjo dan Kecamatan Taman. Pemeriksaan ini dapat diikuti secara gratis oleh seluruh wanita di wilayah Kecamatan Kartoharjo yang telah menikah dan masih tergolong usia subur. Jumlah peserta yang mengikuti pemeriksaan ini untuk wilayah Puskesmas Oro-Oro Ombo yaitu sebanyak 200 orang. Pemeriksaan Iva-Papsmear di Kecamatan Kartoharjo dilaksanakan oleh 2 puskesmas yaitu Puskesmas Oro-Oro Ombo dan Puskesmas Tawang. Selain pemeriksaan Iva-Papsmear, dalam acara ini juga dilakukan pemeriksaan faktor resiko PTM (Penyakit Tidak Menular) yang meliputi pengukuran tekanan darah, pengukuran lingkar perut, berat badan, dan tinggi badan. (dayu)

Cegah DM Sedini Mungkin

Saat ini, status penyakit tidak menular mengalahkan penyakit menular. Menurut data klaim BPJS Kesehatan Indonesia, 5 penyakit terbanyak di Indonesia adalah hipertensi, stroke, gagal jantung, diabetes dan TBC.

Pelaksanaan Pemeriksaan Penyakit Tidak Menular dalam Rangka HKN ke-52

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit gangguan kesehatan dimana kadar gula dalam darah seseorang menjadi tinggi karena gula dalam darah tidak dapat digunakan oleh tubuh. DM dikenal juga dengan sebutan penyakit gula darah atau kencing manis.

Perlu kita ketahui bahwa pada orang yang sehat, karbohidrat dalam makanan yang dimakan akan diubah menjadi glukosa yang didistribusikan ke seluruh sel tubuh untuk dijadikan energi dengan bantuan insulin. Pada orang yang menderita DM, glukosa sulit masuk ke dalam sel karena sedikit atau tidak adanya zat insulin dalam tubuh. Akibatnya kadar glukosa dalam darah menjadi tinggi yang nantinya dapat memberikan efek samping yang bersifat negatif atau merugikan.

Kadar gula yang tinggi akan dibuang melalui air kencing. Dengan demikian air kencing penderita DM akan mengandung gula sehingga sering dikerubuti semut. Selanjutnya orang tersebut akan kekurangan energi/tenaga, mudah lelah, lemas, mudah haus dan lapar, sering kesemutan, sering buang air kecil, gatal-gatal, dan sebagainya.

Kandungan atau kadar gula penderita DM saat puasa adalah lebih dari 126 mg/dl dan saat tidak puasa atau normal lebih dari 200 mg/dl. Pada orang normal kadar gulanya berkisar 60-120 mg/dl.

Penatalaksanaan penyakit DM dengan diet diabetes, obathipoglikemik (penurun gula) yaitu oral antidiabetik dan insulin, olahraga, penyuluhan kesehatan masyarakat dan cangkok pankreas. Perlu diketahui masyarakat bahwa bagi yang telah mengetahui memiliki riwayat DM, disarankan untuk selalu memperhatikan konsumsi asupan makanan yang tepat bagi penderita DM.

Penulis : Setiarti, S.Kep., Ners.

Editor : Devi