TIPS SEHAT DAN BUGAR DI BULAN RAMADHAN DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID-19

Dalam menghadapi bulan Ramadhan di masa pandemi Covid-19 yang sedang terjadi sekarang ini, kita semua harus tetap memperhatikan kesehatan keluarga agar dapat melaksanakan ibadah selama bulan Ramadhan. Bagaimana Tips Sehat dan Bugar di Bulan Ramadhan dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 ini? Simak ini yaa…

  1. “Berpuasalah Supaya Sehat”

Apa manfaat puasa di tengah wabah? Salah satu manfaatnya adalah : Puasa Meningkatkan Imunitas. Kok bisa? Iya, lapar mengaktifkan sistem autofagi. Autofagi sangat penting bagi kelangsungan hidup sel dan menjaga sel tetap sehat. Tanpa autofagi, sel-sel tubuh manusia tidak akan bertahan. Autofagi ibarat sistem pembuangan limbah dalam sel, yang tanpanya sampah-sampah akan menumpuk dan mengganggu fungsi sel-sel itu. Ini sama seperti jika lingkungan tempat tinggal kita tidak memiliki sistem pembuangan sampah. Sampah jadi ada di mana-mana, mengganggu pemandangan, dan menjadi sumber penyakit. Lewat pembersihan diri di tingkat sel, autofagi memainkan peran penting dalam pemeliharaan kesehatan tubuh keseluruhan.

2. “Makan Sahur”

Hayoo siapa yang malas makan sahur? Hehe…. jangan malas sahur yaa, Pasti sebagian ada yang merasa ngantuk dan malas sahur terutama anak-anak kita atau justru orang dewasa.

Sahur, Yuuuk!!! Sahur penting. Kenapa? Dari ‘Amr bin Al ‘aash rodhiyallahu ‘anhu, bahwasannya Nabi shlallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Makan sahurlah kalian, sesungguhnya dalam sahur itu ada keberkahan”(Riyadhusholihiin hadist 1229, Muttafaqun ‘alaihi). Saat kita sahur, perbanyaklah makan sayur dan buah. Makanlah secara perlahan, kunyah makanan 20-32 kali kunyahan, jangan terlalu mepet sehingga makan tidak tergesa-gesa. Juga ingat ya, saat sahur minum air putih yang cukup.

3. “Buka Puasa”

Buka puasa biasanya adalah waktu yang ditunggu-tunggu bagi orang yang berpuasa. Namun, buka puasa bukan saat untuk balas dendam makan, sehingga makanlah dengan makanan yang mudah dicerna yaitu kurma, jika tidak ada kurma lebih baik air putih atau buah yang tidak asam. Rasulullah SAW bersabda : “Jika salah seorang di antara kamu hendak berbuka puasa, berbukalah dengan kurma sebab kurma itu berkah, kalau tidak ada maka dengan air karena air itu bersih dan suci”(Hadis riwayat Abu Daud dan at-Tirmizi). Hadist nya berbuka dengan kurma atau air putih bukan dengan yang manis, sehingga hati-hati dengan makanan atau minuman yang tinggi gula dan kaya lemak. Boleh tetap disantap tetapi jangan terlalu banyak.Tidak juga dengan gorengan karena merupakan makanan yang sulit dicerna karena tinggi lemak

4. “Minum Air Putih 8 Gelas Sehari Saat Puasa”

Saat puasa tetap dianjurkan minum air putih 8 gelas sehari  yakni  1 gelas ketika bangun sahur, 1 gelas setelah makan sahur, 1 gelas saat berbuka puasa, 1 gelas setelah sholat maghrib, 1 gelas setelah makan, 1 gelas selepas sholat isya’, 1 gelas setelah sholat tarawih dan 1 gelas sebelum tidur.

5. “Istirahat / Tidur Cukup dan Berkualitas Saat Puasa”

Pada bulan Ramadhan bisa jadi porsi tidur kita berkurang karena menjalankan ibadah tadarus, dan sebagainya. Bagaimana memperbaiki kualitas tidur kita? Tidur malam berkualitas, bagaimana caranya? Gampang kok. Matikan lampu, matikan HP/gadget, bersihkan badan dan berwudhu, sebelum tidur berdo’a dan dzikir. Dzikir menghadirkan rileks.

Jangan tidur setelah sahur, membuat “hatimu menjadi keras”.  Tidur siang sejenak dapat merestorasi tubuh. Ingat sejenak yaa. Jangan mentang-mentang puasa, lalu seharian tidur terus. Karena tidurnya orang puasa belum tentu bernilai ibadah. Puasa jangan menjadi alasan kita untuk bermalas-malasan dan tidak melakukan hal atau kegiatan yang positif.  Tetap lakukan kegiatan positif yang bisa jadi ini justru bernilai ibadah dibandingkan jika kita terus seharian lebih banyak tidur.

6. “Aktifitas Fisik Selama Puasa”

Tetap lakukan aktifitas fisik selama puasa. Lakukan aktifitas fisik ringan seperti jogging atau berjalan cepat selama 30 menit . Jika tidak memungkinkan tetap lakukan aktifitas ringan seperti memasak, mencuci, menyapu dan lain-lain. Yang paling penting lakukan hal tersebut dengan hati gembira dan bahagia. Dan jangan merasa terpaksa melakukannya.

7. “Yang Harus Terus Dilakukan Selama Pandemi Corona adalah DISIPLIN”

Ya …DISIPLIN, dapat menghentikan penularan COVID-19. Apa itu DISIPLIN ? 

Diam di rumah saja

Ingat, jaga jarak / physical distancing kurang lebih 2 meter

Selalu berpikir positif

Ingat, pakai masker

Patuhi prosedur dan protokol

Lindungi diri, keluarga dan orang sekitar

Ingat, sering-sering cuci tangan

Nasehati orang lain untuk DISIPLIN

Demikian  Tips Sehat dan Bugar di Bulan Ramadhan dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 ini. Semoga Allah SWT segera mengangkat penyakit corona ini dari bumi, sehingga kehidupan dapat kembali normal seperti semula. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamin. Semoga bermanfaat. Ihdinash-shiroothol-mustaqiim. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Oleh : Yunnie Ernawati, S.KM

Editor : Selviana D.V

CEGAH CORONA DENGAN PENYEMPROTAN

Pada hari Sabtu tanggal 25 April 2020 telah dilkukan penyemprotan cairan disinfektan di wilayah kerja Puskesmas Oro-Oro Ombo. Penyemprotan tersebut melibatkan beberapa petugas gabungan yaitu dari BPBD, Babinsa, Babinkamtibnas, Polsek, dan Kodim yang didampingi oleh petugas dari Puskesmas dan DinasKesehatan. Proses penyemprotan tersebut di pantau langsung oleh Camat Kartoharjo yang ikut terjun kelapangan.

Sebelum penyemprotan terlebih dahulu dilaksanakan apel pagi yang dipimpin oleh Camat Kartoharjo, Bpk. Tjatoer Wahdjoedianto, S. Sos. Dalam apel, Pak Camat menjelaskan tentang tatalaksana dan pembagian tugas penyemprotan cairan disinfektan. Tujuan dilaksanakannya penyemprotan cairan disinfektan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Petugas dari Dinas Kesehatan dan KB serta Puskesmas bertugas untuk menyemprot rumah warga yang kontak dengan COVID-19 (baik ODR, ODP, PDP) di wilayah kerja Puskesmas Oro-Oro Ombo. Kegiatan ini dimulai pada pukul  yang 07.00 s/d 10.00 WIB.

Oleh    : Wisnu Widiarto, SE

Editor : Selviana D.V

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Tracing Oleh Petugas Giat Dilakukan

Sebagai garda terdepan penanganan COVID-19 di wilayah kerja Puskesmas Oro-Oro Ombo, petugas kesehatan  Puskesmas Oro-Oro Ombo dibawah arahan Dinas Kesehatan dan KB Kota Madiun melakukan kegiatan tracing / penyelidikan epidemiologi (PE) kepada para pendatang dari luar negeri maupun dari wilayah yang terjangkit COVID-19 di Indonesia. Tracing atau Penyelidikan Epidemiologi (PE) adalah suatu kegiatan yang bertujuan mengatasi masalah kesehatan utamanya menanggulangi penyakit menular yang sedang terjadi di masyarakat, yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Pelaksanaan tracing COVID-19 dimulai dari hari pertama sejak laporan kedatangan serta di hari ke-14 dengan melakukan kunjungan rumah. Tidak lupa petugas memakai APD sesuai standar pelaksanaan tracing.

Petugas tracing melaksanakan prosedur wawancara dengan menanyakan identitas lengkap, riwayat perjalanan, ada atau tidaknya keluhan kesehatan yang dirasakan, serta melakukan pengecekan suhu badan ke semua anggota keluarga.  Dengan adanya pelaksanaan tracing, puskesmas bisa mendapatkan data/ laporan persebaran kasus di wilayah kerjanya, untuk kemudian dilakukan pencegahan sebaran kasus agar tidak semakin banyak. Hingga saat ini kasus positif COVID-19 di Kota Madiun sebanyak 1 kasus . Walaupun demikian, tercatat hingga tanggal 5 Mei 2020 kasus ODR sudah menembus angka 1000 lebih kasus, 78 kasus OTG, 60 kasus ODP, dan 12 kasus PDP.

Oleh : Agustin Dwi A.

Editor : Shita Addina