TANGGAP LAWAN PANDEMI COVID-19

Akhir-akir ini dunia di gembarkan oleh virus yang diberi nama Corona. Coronavirus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan Sars-CoV-2. Virus Corona adalah zoonosis (ditularkan antara hewan dan manusia). Penelitian menyebutkan bahwa SARS ditransmisikan dari kucing luwak (civet cats) ke manusia dan MERS dari unta ke manusia. Adapun, hewan yang menjadi sumber penularan COVID-19 ini sampai saat ini masih belum diketahui.

Sampai dengan 3 Maret 2020, secara global dilaporkan 90.870 kasus konfimasi positif Corona di 72 negara dengan 3.112 kematian (CFR 3,4%). Hal itu menyebabkan World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia resmi menyatakan Covid-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 sebagai pandemik. Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Rabu tanggal 3 Maret 2020. Di Indonesia sendiri saat ini sudah Virus Corona sudah menjangkiti 34 provinsi. Saat ini ( Senin, 4 Mei 2020) sudah sebanyak 11.192 pasien positif. Di Jawa Timur terdapat 1.117 pasien positif.
Berdasarkan bukti ilmiah, COVID-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak erat dan droplet, tidak melalui udara. Orang yang paling berisiko tertular penyakit ini adalah orang yang kontak erat dengan pasien COVID-19 termasuk yang merawat pasien COVID-19. Dilihat dari persebaranya yang begitu cepat, maka kita harus bersama-sama memerangi virus ini.

Berikut merupakan cara untuk mencegah persebaran Virus corona.

  1. Menjaga jarak fisik (physical  distancing)
  2. Dilarang berdekatan dengan orang atau mengatur jarak minimal 1-2 meter.
  3. Hindari menggunakan transportasi publik.
  4. Tetap di rumah saja.
  5. Bekerja, ibadah dan belajar dari rumah.
  6. Menerapkan etika batuk.
  7. Membiasakan CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun).
  8. Menggunakan masker kain saat keluar rumah.
  9. Hindari berkumpul secara massa atau berkerumun.
  10. Hindari bepergian keluar kota/ luar negeri.
  11. Jika anda berada di luar kota, jangan pulang kampung dulu.
  • Membantu aparat RT/RW/Kelurahan dalam melakukan upaya pencegahan COVID-19. Semisal melakukan penyemprotan, membantu melaporkan ODR, ODP, PDP kepada RT,
  • Saling mengingatkan sesama warga untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan.
  • Membantu pemenuhan logistik bagi warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah/lansia yang tidak memiliki keluarga ketua RT.
  • Jika merasa sakit, segera melapor kepada /RW/Kelurahan dan Petugas Puskesmas untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai ketentuan (menggunakan transportasi pribadi, memakai masker kain saat keluar rumah).

Oleh : Puspita Fajar Santika, S.KM

Editor : Cherlly Pritta

Sumber :

Pedoman Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan COVID-19 di RT/RW/Desa

Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease (COVID-19) Revisi 3

Cegah Penularan Covid-19, Puskesmas Terapkan Triase Alur Pelayanan

Upaya kesehatan masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19, UPTD Puskesmas Oro-Oro Ombo saat ini menerapkan triase (pemisahan) pasien dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. Pemisahan pasien infeksius dengan pasien non infeksius menjadikan adanya perubahan alur pelayanan. Sebelum masuk ke dalam gedung puskesmas, petugas akan melakukan pemeriksaan suhu tubuh setiap pengunjung, serta seluruh pengunjung wajib memakai masker dari rumah dan memakai hand rub yang sudah disediakan di depan pintu masuk utama.

Pasien dengan keluhan batuk, pilek, demam dan sesak napas akan langsung diarahkan ke posko terpadu penanganan Covid-19 dan seluruh keperluan pasien seperti pendaftaran, obat dan pemeriksaan akan dilayani di ruang tindakan khusus dengan petugas yang masuk menggunakan APD lengkap. Sedangkan pasien tanpa batuk pilek dan hasil pemeriksaan suhu normal dapat langsung berobat seperti biasa melalui pintu pendaftaran. 

Selama pandemi Covid-19, pelayanan pemeriksaan ibu hamil, balita imunisasi dan pemasangan KB tetap dilayani di puskesmas induk, sedangkan pelayanan di puskesmas pembantu dibatasi untuk pengobatan umum. Pelayanan balita sakit tetap seperti biasa melalui ruang MTBS. Pelayanan ruang kesehatan gigi dan mulut pun hanya sebatas pengobatan darurat minim tindakan seperti nyeri yang tidak tertahan, gusi bengkak akibat infeksi, pendarahan yang tidak terkontrol, dan trauma pada gigi dan tulang wajah akibat kecelakan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan adanya pasien OTG (orang tanpa gejala), ODP (orang dalam pemantauan) Covid-19 dan PDP (pasien dalam pengawasan) Covid-19 serta juga sebagai bentuk kehati-hatian dari tim medis UPTD Puskesmas Oro-Oro Ombo yang menangani pasien.

Masyarakat yang tidak ada keluhan darurat diminta untuk menuda datang ke puskesmas terlebih dahulu, dan setiap pasien hanya boleh didampingi oleh satu pengantar yang nantinya diminta petugas untuk menunggu diluar gedung. Sangat disarankan untuk tidak membawa anggota keluarga sehat datang ke puskesmas karena dapat meningkatkan risiko tertular Covid-19. Harapan kita semua adalah pandemi Covid-19 ini segera berakhir dan pelayanan kesehatan dapat kembali berjalan normal seperti sedia kala.

Oleh : Aulia Mutiara R.

ODR Merajalela, Kader Kesehatan Siap Memantau

Pemerintah Kota Madiun terus berupaya untuk menelusuri warga masyarakat yang berpotensi terjangkit Virus Corona. Berdasarkan data COVID-19 yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Madiun hingga tanggal 5 Mei 2020, persebaran kasus ODR sudah menembus angka 1034 kasus. Sedangkan kasus ODR di wilayah Puskesmas Oro-Oro Ombo saja sudah menyumbang 153 kasus. Guna mempertahankan status zero COVID-19 di Kota Madiun, maka ODR di Kota Madiun wajib dipantau selama mereka melakukan isolasi mandiri 14 hari. Oleh karena itu Dinas Kesehatan dan KB Kota Madiun berkolaborasi dengan Puskesmas dan kader kesehatan telah melakukan pemantauan ODR.

Kader kesehatan di wilayah Puskesmas Oro-Oro Ombo yang  berpartisipasi aktif dalam pemantauan ODR sejumlah 20 orang. Sebelum terjun kelapangan, mereka telah dibekali dengan pengetahuan serta APD berupa masker kain. Tugas kader kesehatan adalah melakukan kunjungan rumah untuk memantau kondisi ODR tersebut apakah ada keluhan seperti demam, batuk kering, sakit tenggorokan, dan/atau sesak napas serta mengedukasi ODR dan anggota keluarga agar senantiasa menerapkan physical distancing dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Salah satu kader pemantau ODR, Ibu Ulandari, mengatakan sejauh ini tidak ada kendala yang berarti. Para ODR yang dipantau pun sangat kooperatif, mengingat statusnya sebagai ODR sehingga rela setiap harinya “diusik” oleh kader.

Oleh    : Shita Addina, S.KM

Editor  : Cherlly Pritta R.

GIZI TEPAT SAAT MENJALANKAN IBADAH PUASA RAMADHAN

Gizi Seimbang menyangkut keseimbangan antara jenis makanan yang dimakan dengan siapa yang mengkonsumsinya. Sehingga gizi seimbang antara orang satu dengan yang lain bisa berbeda tergantung dari jenis kelamin, usia, berat badan, tinggi badan, aktivitas, stress, faktor pertumbuhan atau fisiologis tertentu, penyakit yang diderita, keadaan lingkungan dsb. Upayakan dalam pemenuhan gizi seimbang secara umum untuk umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan sebagai berikut :

  1. Makan dan minum yang cukup, sekitar 8-10 gelas sehari. Walau seringkali tidak merasa haus walau baru minum sedikit, namun demi kesehatan, hendaknya diusahakan untuk minum yang cukup meski tidak haus.
  2. Untuk kebutuhan kalori, biasanya wanita membutuhkan kalori lebih sedikit daripada pria dan harus memenuhi standar gizi yaitu 50-60 persen karbohidrat, 20-30 persen lemak,    10-15 persen protein, serta vitamin dan mineral secukupnya.
  3. Saat berbuka puasa, jika Anda suka makanlah kurma, karena berguna untuk menyuplai energi, kurma juga kaya kandungan zat gizi seperti kalium, magnesium, niasin, dan serat.
  4. Pada saat sahur, sebaiknya makan sahur tidak terlalu kenyang, kira-kira sepertiga dari kebutuhan kalori sehari.
  5. Makanlah dalam jumlah bertahap dengan pengaturan jadwal makan, karena mengkonsumsi dalam jumlah terlalu berlebihan di satu waktu makan bisa membuat perut terasa sesak.
  6. Jika tidak bisa makan nasi dalam jumlah yang cukup banyak (karena ada perubahan pada lambung dan gerakan usus) cobalah untuk makan camilan. Kurangi makanan manis, asin dan berlemak
  7. Istirahat di waktu siang hari berguna untuk menghindari keluarnya keringat yang sangat banyak.
  8. Jika ingin olahraga, bisa dilakukan pada sore hari sekitar satu atau setengah jam sebelum berbuka.
  9. Khusus mereka yang memerlukan pengaturan makanan yang lebih secara personal seperti penderita Diabetes Mellitus maka sebaiknya konsultasi dengan dokter dan ahli gizi.

Demikian beberapa hal yang bisa diupayakan dalam rangka pemenuhan gizi seimbang pada saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Dengan pemenuhan asupan gizi yang baik kita akan selalu sehat selalu dalam menjalankan ibadah tersebut sehingga puasa kita lebih bermutu. Karena sehat merupakan hasil kombinasi dari pola hidup kita yaitu : 1. Pola Makan, 2. Pola Aktivitas, 3. Pola Pikir / Manajemen Stress, 4. Pola Antisipasi Penyakit Infeksi.

Oleh : Deddi Haryono, S.KM, M.Gizi

Editor : Aulia Mutiara