Siaran Keliling : Cegah Difteri dengan Imunisasi

Siaran Keliling merupakan media pemberian informasi kesehatan pada masyarakat luas dengan cara berkeliling dengan mengendarai mobil dan memakai pengeras suara. Dalam kegiatan ini, siaran keliling merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh tim promkes setiap dua bulan sekali, namun bisa dilakukan secara tentatif sebulan sekali mengikuti informasi kesehatan yang terkini.

Pada bulan Desember, Puskesmas Oro-Oro Ombo melaksanakan kegiatan siaran keliling dengan tema “Cegah Difteri dengan Imunisasi”.

Hingga bulan November 2017, tercatat ada 95 kabupaten/kota dari 20 provinsi di Indonesia melaporkan kasus Difteri dan 11 provinsi dalam status KLB (Kejadian Luar Biasa).

Siaran keliling tentang Difteri dilakukan di 5 (lima) wilayah kerja Puskesmas Oro-Oro Ombo meliputi Kelurahan Kanigoro, Kelurahan Klegen, Kelurahan Sukosari, Kelurahan Oro-Oro Ombo, dan Kelurahan Kartoharjo.

Dalam siaran keliling ini, petugas mengingatkan kembali agar masyarakat waspada terhadap gejala awal Difteri. Selain itu, masyarakat dihimbau agara menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker bila sedang batuk, dan segera berobat ke pelayanan kesehatan terdekat jika ada keluarga atau kerabat yang menderita demam.

Penyakit Difteri juga dapat menyerang di berbagai usia, tidak hanya anak-anak. Selain itu, penyakit Difteri dapat dicegah dengan imunisasi. Vaksin untuk imunisasi Difteri ada 3 jenis, yaitu vaksin DPT-HB-Hib, vaksin DT, dan vaksin Td yang diberikan pada usia berbeda. Imunisasi Difteri diberikan melalui Imunisasi Dasar pada bayi (di bawah 1 tahun) sebanyak 3 dosis vaksin DPT-HB-Hib dengan jarak 1 bulan. Selanjutnya, diberikan Imunisasi Lanjutan (booster) pada anak umur 18 bulan sebanyak 1 dosis vaksin DPT-HB-Hib; pada anak sekolah tingkat dasar kelas-1 diberikan 1 dosis vaksin DT, lalu pada murid kelas-2 diberikan 1 dosis vaksin Td, kemudian pada murid kelas-5 diberikan 1 dosis vaksin Td.

Ayo, cegah Difteri dengan Imunisasi. (cherlly – red)