Cegah Anemia Dengan TTD

Anemia adalah suatu keadaan dimana kadar hemoglobin kurang dari harga normal, yang berbeda untuk setiap kelompok umur dan jenis kelamin (Tabel 1 dan 2). Gejala yaitu lemah, lesu, letih, mudah mengantuk, nafas pendek, nafsu makan berkurang, bibir tampak pucat, susah buang air besar, denyut jantung meningkat, kadang-kadang pusing (Supariasa , 2002).

Berdasarkan Riskesdas Kementerian Kesehatan RI (2013) anemia gizi besi masih merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi pada anak 5-12 tahun sebesar 29%, ibu hamil 37,1%, remaja putri 13-18 tahun sebesar 22,7%.

Untuk menanggulangi dan mengantisipasi masalah anemia tersebut maka Kementerian Kesehatan mengeluarkan Surat Edaran (SE) Kementrian Kesehatan No. HK.03.03/V/0595/2016 tentang Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri dan Wanita Usia Subur (WUS). Surat Edaran tersebut ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Madiun dengan pencanangan oleh Walikota Madiun, Bapak H. Sugeng Rismiyanto, SH. M.Hum, pada Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53 tanggal 17 Nopember 2017 di Kota Madiun dengan minum bersama Tablet Tambah Darah (TTD) oleh Remaja Putri (SLTP-SLTA) seminggu sekali satu tablet yaitu setiap hari selasa di sekolah.

Untuk wilayah kerja Puskesmas Oro-Oro Ombo, pemberian TTD untuk WUS baru terbatas kepada ibu guru SLTP-SLTA yang diharapkan ikut minum bersama dengan para siswinya di setiap Hari Selasa. Sementara untuk WUS lainnya guna pencegahan anemia diharapkan minum TTD secara mandiri.

Ditulis oleh : Oleh : Deddi Haryono, SKM., M.Gz