PANDUAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN SELAMA PANDEMI, SAHABAT SEHAT PERLU TAHU NIH!

Pandemi Covid-19 belum berakhir ya, sahabat. Bagi sahabat sehat yang saat ini tengah mengandung mungkin memiliki kekhawatiran ketika harus datang ke rumah sakit, puskesmas,bidan mandiri atau pelayanan kesehatan lain untuk memeriksakan perkembangan janin. Meskipun begitu, pemeriksaan antenatal atau pemeriksaan kehamilan harus tetap dilakukan ya, Sahabat.

Ibu hamil merupakan salah satu kelompok rentan yang memiliki imunitas tubuh yang menurun. Apakah sahabat sehat tau mengapa? Ibu hamil mengalami penurunan aktivitas sel T yang berfungsi sebagai agen pengontrol infeksi virus. Sehingga imunitas ibu hamil yang lemah menjadikannya lebih mudah sakit dan terinfeksi virus. Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Jakarta juga menyebutkan bahwa sebesar 13,7% ibu hamil lebih mudah terinfeksi COVID-19 ketimbang perempuan lain yang tidak hamil.

  1. Kurangi Jadwal Periksa Kehamilan

Dengan daya tahan tubuh yang lemah, ibu hamil disarankan untuk tidak bepergian selama masa pandemi COVID-19. Kementerian Kesehatan juga menganjurkan ibu hamil agar mengurangi pemeriksaan kesehatan kecuali jika terjadi kondisi darurat (muntah hebat, pendarahan, kontraksi hebat, pecah ketuban, tekanan darah tinggi, nyeri kepala hebat, tidak merasakan gerakan janin dan kejang) atau ibu hamil resiko tinggi.

2. Atur Ulang Jadwal Periksa Kehamilan

Dalam kondisi normal, Kementerian Kesehatan merekomendasikan setiap ibu hamil untuk memeriksakan kandungan secara berkala paling sedikit empat kali dalam sembilan bulan. Atur ulang jadwal periksa kehamilan untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan. Pada trimester I & II cukup dilakukan satu kali pemeriksaan kehamilan dan sekurang-kurangnya dua kali pada trimester ketiga.

3. Terapkan Protokol Kesehatan saat periksa kehamilan

Nah, untuk mengurangi risiko tertular pastinya ada protokol kesehatan yang perlu diikuti seperti dibawah ini :

  1. Lakukan pendaftaran secara online untuk menghindari antrian dan buat janji jam kedatangan agar tidak perlu menunggu terlalu lama
  2. Tidak membawa anak
  3. Menggunakan kendaraan pribadi lebih aman ketimbang menggunakan transportasi umum
  4. Gunakan masker, face shield serta bawa hand sanitizer
  5. Cuci tangan sebelum masuk ke tempat pemeriksaan
  6. Jaga jarak& tidak mengobrol dengan orang lain saat berada di ruang tunggu.
  7. Laporkan jika ada gejala demam, sakit tenggorokan, batuk atau sesak nafas.
  8. Persiapan Jelang Persalinan

4. Jaga kesehatan dengan beristirahat yang cukup dan makan makanan bergizi ya sahabat. Lakukan senam ringan dan peregangan secara rutin. Kelola pikiran agar tetap tetap rileks dan jangan sampai stres. Bagi ibu hamil dihimbau untuk melakukan screening atau pemeriksaan COVID-19 tujuh hari sebelum perkiraan persalinan.

Oleh : Ariani Ayuningtyas A.Md.Keb

Editor : Aulia Mutiara R., S.KM