TANDORA Puskesmas Oro-Oro Ombo Madiun

Tandora atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kegiatan Donor Darah merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali di masing-msing kelurahan di wilayah kerja Puskesmas Oro-Oro Ombo Madiun. Kelurahan yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Oro-Oro Ombo meliputi Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kelurahan Klegen, Kelurahan Kanigoro, Kelurahan Kartoharjo, dan Kelurahan Sukosari.

 

 

Kegiatan Donor Darah yang telah berjalan ini difokuskan untuk P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi) sehingga dapat mengantisipasi terjadinya komplikasi pada ibu hamil, bersalin, dan nifas. Bekerjasama dengan pihak PMI Kota Madiun, pelaksanaan donor darah biasa dilakukan di gedung pertemuan/ruang pertemuan di kantor kelurahan masing-masing wilayah. Peserta donor darah adalah masyarakat di kelurahan yang terkait dan tidak dipungut biaya.

Yuk, donor darah!

Kapan lagi kita bisa menyehatkan badan selagi menyelamatkan sesama. (cherlly-red)

Kampanye CTPS dan Jumantik Sekolah

 

Pada tanggal 15-16 Agustus 2017 telah diadakan acara “Kampanye CTPS dan Jumantik Sekolah” bagi siswa-siswi SD di wilayah kerja Puskesmas Oro-Oro Ombo Kota Madiun. Acara ini dilaksanakan di Gedung Pertemuan Kelurahan Sukosari dan dimulai pada pukul 08.30 WIB. Sebanyak 180 siswa bergabung dalam acara ini yang berlangsung selama 2 hari.

Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi tentang Jumantik Sekolah. Materi ini bertujuan agar siswa dapat melakukan Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB)  di dalam lingkungan sekolah dan di lingkungan sekitar dalam radius 500 meter dari sekolah secara langsung dengan didampingi oleh guru UKS.

Materi ke dua yang didapatkan oleh peserta adalah Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Pada materi ini, siswa mendapatkan ilmu tentang prinsip dasar, manfaat serta 5 waktu penting Cuci Tangan Pakai Sabun. Di akhir acara, panitia membagikan doorprize kepada peserta yang dapat menjawab pertanyaan seputar materi yang telah diberikan pada hari iitu.

Dengan kegiatan Kampanye CTPS dan Jumantik Sekolah, diharapkan peserta yang masih duduk di sekolah dasar ini dapat menularkan dan menerapkan ilmu kepada teman di sekitarnya serta memberikan hal positif di lingkungan sekolah maupun di lingkungan rumah. (Cherlly-red)

Agustus : Bulan Vitamin A

Setiap 2 kali dalam setahun, kita selalu mengingat adanya bulan Vitamin A yaitu pada bulan Februari dan Agustus. Tepat pada bulan Agustus ini dilaksanakan pemberian vitamin A di seluruh posyandu di wilayah kerja Puskesmas Oro-Oro Ombo Kota Madiun. Terdapat 2 jenis Vitamin A yg diberikan yaitu Kapsul Vitamin A berwarna biru dengan dosis 100.000 IU hanya untuk bayi usia 6-11 bulan dan Kapsul Vitamin A berwarna merah dengan dosis 200.000 IU diberikan kepadau balita dan ibu nifas.

 

 

Pemberian vitamin A bisa dilakukan oleh petugas kesehatan ataupun para kader kesehatan di posyandu. Jika putra-putri Anda belum sempat ke posyandu, Anda bisa mendapatkannya di Puskesmas terdekat. Dengan pemberian Vitamin A bisa memberikan banyak manfaat bagi kesehatan bayi dan balita sedini mungkin. Ayo dapatkan vitamin A secara gratis! (devi/red)

Penilaian Kelurahan Bebas Jentik Tingkat Kecamatan

Pada minggu keempat di Bulan Juli kemarin telah dilaksanakan rangkaian pelaksanaan Penilaian Lomba Kelurahan Bebas Jentik Tingkat Kecamatan bagi wilayah UPTD Puskesmas Oro-Oro Ombo Kota Madiun. Penilaian lomba tersebut diawali dengan Kelurahan Kartoharjo pada hari Senin tanggal 24, diikuti Kelurahan Kanigoro hari Selasa tanggal 25, Kelurahan Klegen hari Rabu tanggal 26 Juli, Kelurahan Sukosari hari Kamis tanggal 27 Juli dan penilaian terakhir adalah Kelurahan Oro-Oro Ombo hari Jumat tanggal 28 Juli 2017.

 

 

Kegiatan penilaian ini merupakan acara tahunan oleh Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Madiun dan Pemerintah Kota Madiun. Penilaian yang diawali di tingkat kecamatan selanjutnya akan dilanjutkan di tingkat kota dan kemudian tingkat provinsi.

Penilaian ini bertujuan untuk selalu memupuk semangat berkompetisi antar Kelurahan dalam menggalakkan kegiatan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) di wilayahnya masing-masing serta berinovasi selalu dalam pencegahan kejadian demam berdarah. Hasil dari pPenilaian Lomba Bebas Jentik Tingkat Kecamatan Kartoharjo dimenangkan oleh Kelurahan Oro-Oro Ombo sebagai juara pertama, Kelurahan Klegen sebagai juara kedua, dan Kelurahan Pilangbango sebagai juara ketiga.

Selamat bagi ketiga Kelurahan yang lolos ke tahap Tingkat Kota Madiun. (dev-red)

World Breastfeeding Week 2017

It takes a village to raise a child, and it takes the whole country to support breastfeeding

 

Setiap hari selama Pekan ASI Sedunia yang berlangsung pada tanggal 1-7 Agustus 2017, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) menayangkan serial Infografis berjudul “Empat Pilar dalam Perencanaan Strategis Terkait Menyusui” yang ditulis oleh Miriam Harriet Labbok. Tema ini mengurai secara teknis tema World Breastfeeding Week (WBW) 2017, “Sustaining Breastfeeding Together”. Dr. Miriam Harriet Labbok (1949-2016) adalah seorang pakar menyusui serta pakar kesehatan ibu dan bayi yang mengabdikan 40 tahun hidupnya memperjuangkan kampanye menyusui di seluruh dunia, terutama di negara berkembang.

Dukungan kepada ibu dan bayi memerlukan peran keempat pilar yang saling berkaitan ini sebagai kunci agar kesuksesan menyusui dapat tercapai.

Pilar Pertama, Kebijakan Pemerintah yang Melindungi Hak Ibu dan Bayi untuk Menyusui dan Menyusu. Sangat penting untuk memiliki kebijakan yang berpihak pada ibu dan bayi serta bebas dari konflik kepentinganPilar Kedua, Komitmen Pemerintah Dalam Menjalankan Program-Program yang Mendukung Menyusui. Pemerintah harus segera mengatur promosi formula pertumbuhan untuk usia 36 bulan, karena banyak penelitian yang menunjukkan bahwa hal ini merupakan faktor penghalang kegiatan menyusui. Pilar Ketiga, Meningkatkan Kemampuan dan Pemahaman Tenaga Kesehatan Terhadap Kegiatan Menyusui. Meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan mengenai Manajemen Menyusui dan panduan menyusui yang lengkap serta bebas dari pesan sponsorPilar Keempat, Dukungan Masyarakat dan Keluarga. Selain pemerintah, dukungan dari pemuka agama, penegak hukum, tenaga kesehatan, dan orang-orang terdekat ibu dan bayi sangat menentukan keberhasilan menyusui seorang ibu.

Pola Sosial Lintas Sektor yang Melindungi Kegiatan Menyusui menjelaskan bahwa setiap lapisan memiliki peran besar dan pada akhirnya payung terbesar ada di kebijakan yang berpihak pada hak ibu dan bayi. Kebijakan yang bebas konflik kepentingan dan dukungan dari semua pihak sangatlah penting, agar para ibu merasa berdaya dan percaya diri dalam mengasuh anak.

(Source : https://www.aimi-asi.org/layanan/lihat/world-breastfeeding-week-2017)

Sosialisasi Imunisasi MR

 

 

Dalam rangka menyukseskan program pemerintah yaitu Kampanye Nasional Imunisasi MR di seluruh wilayah Pulau Jawa, UPTD Puskesmas Oro-Oro Ombo melakukan bebrapa kali pertemuan dalam rangka sosialisasi kegiatan tersebut. Sosialisasi ini telah dilaksanakan pada minggu ketiga bulan Juli secara berkelanjutan. Pada tanggal 17 Juli 2017 dilaksanakan sosialisasi kepada seluruh guru PAUD di wilayah kerja puskesmas, tanggal 19 Juli 2017 kepada seluruh kader posyandu balitawilayah kerja puskesmas dan tanggal 20 Juli 2017 kepada perwakilan guru SD dan SMP di wilayah kerja puskesmas.

 

 

Selain dilakukan sosialisasi imunisasi MR oleh dokter, juga diberikan informasi bahwa pemberian obat kecacingan bagi PAUD/TK dilaksanakan di minggu keempat bulan Juli dan di posyandu balita dilaksanakan di bulan Agustus 2017.

Mari sukseskan Imunisasi MR, agar Indonesia lebih sehat! (devi/red)

Aplikasi Pokentik

Mari kita budayakan gerakan Satu Rumah Satu Jumantik dengan menggunakan aplikasi Pokentik!

Inilah seruan Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K), dalam sebuah video berdurasi lebih kurang 2 menit yang ditayangkan pada peringatan Asean Dengue Day (ADD) di SDN Baru 07 Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa siang (2/8). Berawal dari inisiatif pribadi dua orang generasi muda yang merupakan sanitarian di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pencegahan Penyakit Palembang, Idan Awaludin dan Fison Hepimen, berhasil menuangkan ide dan kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat yang kini diwujudkan dalam sebuah aplikasi sederhana bernama Pokentik yang merupakan akronim dari Kelompok Pemantau Jentik.

Pokentik merupakan aplikasi smartphone berbasis android yang dibuat untuk membantu masyarakat mengenal sekaligus membudayakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang merupakan upaya paling murah dan efektif dalam mencegah penyakit diantaranya Demam Berdarah Dengue (DBD), Malaria, bahkan Zika. “Tujuan awalnya, lahirnya aplikasi Pokentik ini masyarakat yang sebelumnya tidak peduli dengan bahayanya jentik jadi lebih peduli, jadi lebih aware, jadi lebih rajin lagi bersihkan lingkungan sekitar”, terang Fison Hepimen.

Harapannya, kehadiran aplikasi Pokentik mampu mengubah mindset masyarakat bahwa yang masyarakat yang berhasil menemukan jentik adalah penyelamat. Berhasil mencegah satu jentik menetas menjadi seekor nyamuk, berarti menghilangkan satu risiko bagi keluarga tertular penyakit demam berdarah ataupun penyakit vektor nyamuk lainnya seperti malaria ataupun Zika. Ditambahkan oleh Idan Awaludin, bahwa aplikasi Pokentik ini selain ingin membudayakan digital movement di bidang kesehatan, kami juga menginginkan aplikasi yang tidak hanya sekedar memudahkan input data, namun juga memiliki spirit  movement untuk mengajak masyarakat membudayakan gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (juru pemantau jentik) melalui PSN 3M Plus. Saat ini, sosialisasi aplikasi Pokentik sudah dilaksanakan di tiga wilayah kerja BTKL Palembang utamanya kepada para juru pemantau jentik (Jumantik) di 3 wilayah kerja Puskesmas, yaitu: Puskesmas Sukaramai, Puskesmas Alang-Alang Lebar, dan Puskesmas Talang Betutu. Diharapkan aplikasi ini dapat digunakan oleh para Jumantik untuk memudahkan pencatatan.

Sejak dirilis pada akhir tahun 2016 lalu, sempat ribuan orang mengunduh dan mencoba aplikasi tersebut. Namun saat ini, lebih kurang 500 pengunduh yang masih aktif menggunakan dan tergabung di dalam fanspage Pokentik. Aplikasi tersebut masih terus akan dikembangkan agar dapat dijalankan di iOs dan pengembangan fitur lainnya. “Pengembangan aplikasi ini, ide dan design memang dari kami berdua. Bahasa pencegahan kami paham, namun terkait coding dan bahasa pemrograman kami perlu dibantu. Perlu kolaborasi antara bidang kesehatan dengan bidang teknologi informatika dalam pengembangannya ke depan”, tandas Idan.

(Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian kesehatan RI)

GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat)

Pembangunan Kesehatan pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen Bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemamuan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Indonesia saat ini mengalami transisi epidemiologi yang ditandai dengan meningkatnya kematian dan kesakitan akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti stroke, jantung, diabetes dan lain-lain.

Meskipun kesakitan dan kematian akibat penyakit menular (PM)semakin menurun, prevalensi penyakit secara umum masih cukup tinggi. Periode 1990-2015, pola kematian akibat PTM semakin meningkat (37% menjadi 57%), akibat PM menurun (56% menjadi 38%) dan akibat kecelakaan akan meningkat (7% menjadi 13%), dan tren ini kemungkinan akan berlanjut seiring dengan perubahan perilaku hidup (pola makan dengan gizi tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, merokok, dll).

Meningkatnya kasus PTM akan menambah beban pemerintah karena penanganannya membutuhkan biaya yang besar. Selain itu, kasus PTM juga menyebabkan hilangnya potensi/modal sumber daya manusia dan menurunnya produktivitas (productivity loss) yang pada akhirnya akan mempengaruhi pembangunan sosial dan ekonomi. Upaya promotif dan preventif merupakan upaya yang sangat efektif untuk mencegah tingginya kesakitan dan kematian akibat PTM dan PM.

Mengingat pencegahan penyakit sangat tergantung pada perilaku individu yang didukung oleh kualitas lingkungan, ketersediaan sarana dan prasarana serta dukungan regulasi untuk hidup sehat, diperlukan keterlibatan aktif secara terus menerus seluruh komponen baik pemerintah pusat dan daerah, sektor nonpemerintah, dan masyarakat. Untuk itu, perlu adanya sebuah gerakan untuk mendorong masyarakat untuk berperilaku hidup sehat. Gerakan tersebut dinamakan “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat” (GERMAS).

source. promkes.depkes.go.id/pic. kabarbuton.com

Aksi Simpati Genre – Peringatan Hari Keluarga Nasional XXIV

 

Kamis, tanggal 29 Juni 2017 diperingati sebagai Hari Keluarga Nasional XXIV. Sebagai bentuk peringatan Harganas, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Madiun menggelar acara Aksi Simpati Genre. Acara dilaksanakan pada tanggal 29 Juni 2017 di Alun-Alun Kota Madiun dan turut dihadiri oleh kader PPKBK, sub PPKBK, perwakilan KKBS-RT dan perwakilan PIK Remaja yang tergabung dalam Genre (Generasi Berencana). Aksi Simpati Genre dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan menyanyikan lagu Mars Keluarga Berencana. Setelah itu dilanjutkan dengan long march dari Alun-Alun Kota Madiun menuju Perempatan Tugu Jalan Panglima Sudirman dengan membawa spanduk Harganas.

Dalam aksi tersebut, turut diikuti oleh sekitar 150 peserta dengan membagikan stiker serta mengampanyekan tentang pentingnya mengembangkan norma keluarga kecil bahagia sejahtera. Juga meningkatkan pembangunan keluarga kepada masyarakat yang juga pengendara motor yang melintas di sekitar jalanan. Tema yang diambil dalam Harganas XXIV kali ini adalah hari Keluarga Kita Bangun Karakter Bangsa Melalui Keluarga Berketahanan dengan inti yaitu mewujudkan Keluarga Berketahanan Indonesia Sejahtera.

Para remaja SMP/SMA yang tergabung dalam Genre juga menyosialisasikan program TRIAD KRR yaitu dengan tidak melakukan pernikahan dini, seks pra nikah, tidak mengonsumsi napza dan HIV/AIDS. Tujuan lain dari diadakan acara ini adalah menimalkan jumlah pasangan muda yang menikah dini, bahwa batas usia menikah bagi perempuan adalah 21 tahun dan laki-laki adalah 25 tahun.

Selamat Hari Keluarga Nasional XXIV!

Mari kita ciptakan keluarga berketahanan, mandiri, dan sejahtera. (cherlly-red/photo : tim plkb)

Penilaian PUSTU Berprestasi Tingkat Kota

 

Mulai pada tanggal 19 Juni 2017 kemarin dilakukan penilaian PUSTU (Puskesmas Pembantu) Berprestasi Tingkat Kota Madiun di beberapa Pustu yang ada di wilayah kerja UPTD Puskesmas di Kota Madiun. Pustu Klegen yang beralamatkan di Jalan Pendowo Kelurahan Klegen mewakili UPTD Puskesmas Oro-Oro Ombo dalam penilaian Pustu Berprestasi. Penilaian telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Madiun pada tanggal 20 Juni 2017 dimulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB.

Penilaian Pustu Berprestasi melingkupi berbagai program kesehatan yang ada di Puskesmas Oro-Oro Ombo terutama di wilayah Kelurahan Klegen, meliputi Program TB, KIA, Kesling, Promkes, UKBM, Gizi dan lain-lain. Penilaian ini diharapkan dapat memacu antar Pustu yang berkompetisi menjadi Pustu yang terbaik yang bisa mewakili Kota Madiun keTingkat Provinsi. (Devi/red)