Penilaian PUSTU Berprestasi Tingkat Kota

 

Mulai pada tanggal 19 Juni 2017 kemarin dilakukan penilaian PUSTU (Puskesmas Pembantu) Berprestasi Tingkat Kota Madiun di beberapa Pustu yang ada di wilayah kerja UPTD Puskesmas di Kota Madiun. Pustu Klegen yang beralamatkan di Jalan Pendowo Kelurahan Klegen mewakili UPTD Puskesmas Oro-Oro Ombo dalam penilaian Pustu Berprestasi. Penilaian telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Madiun pada tanggal 20 Juni 2017 dimulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB.

Penilaian Pustu Berprestasi melingkupi berbagai program kesehatan yang ada di Puskesmas Oro-Oro Ombo terutama di wilayah Kelurahan Klegen, meliputi Program TB, KIA, Kesling, Promkes, UKBM, Gizi dan lain-lain. Penilaian ini diharapkan dapat memacu antar Pustu yang berkompetisi menjadi Pustu yang terbaik yang bisa mewakili Kota Madiun keTingkat Provinsi. (Devi/red)

Program Kakek Nenek Asuh

Kami para usia lanjut seluruh Indonesia

Mau tetap berdaya guna bagi diri dan kluarga

Tingkatkan hubungan sosial di dalam masyarakat

Bertaqwa kepada Tuhan yang melimpahkan Rahmat

Priksa kesehatan mencegah penyakit datang

Dan kembangkan hobby sesuai kemampuan

Badan sehat jiwa kuat sambut masa yang kan datang

Mutu hidup pun meningkat masa tua bahagia

Kami para usia lanjut seluruh Indonesia

Mau tetap berdaya guna bagi diri dan kluarga

Tingkatkan hubungan sosial di dalam masyarakat

Bertaqwa kepada Tuhan yang melimpahkan Rahmat

Priksa kesehatan mencegah penyakit datang

Dan kembangkan hobby sesuai kemampuan

Badan sehat jiwa kuat sambut masa yang kan datang

Mutu hidup pun meningkat masa tua bahagia

Lantunan koor lagu “Masa Tua Bahagia”, serempak datang dari kediaman Ibu Sri Mulyani di Jalan Sri Wibowo No. 58 Kelurahan Sukosari Kota Madiun. Sekelompok lansia yang tergabung dalam Paguyuban Kakek Nenek Asuh “Setyaki” Kelurahan Sukosari sedang melaksanakan pertemuan  rutin yang sudah berjalan sekitar dua tahun. Lansia yang berusia 50 tahun ke atas tampak semangat menyanyikan lagu tersebut yang menjadi lagu pembukaan acara pertemuan pada hari itu.

Paguyuban Kakek Nenek Asuh beranggotakan lansia yang tergabung di Posyandu Lansia Setyaki RT.13 Kelurahan Sukosari. Dalam pertemuan tiap tiga bulannya, lansia akan mendapatkan penyuluhan kesehatan oleh dokter puskesmas. Dan pada kesempatan kali itu, dr. Mutia selaku dokter interenship di Puskesmas Oro-Oro Ombo mengisi materi tentang Kesehatan Ibu dan Balita.

Kakek Nenek Asuh merupakan program inovasi dari Dinas Kesehatan Kota Madiun yang kemudian dilakukan oleh 6 puskesmas di Kota Madiun, meliputi Puskesmas Banjarejo, Puskesmas Demangan, Puskesmas Manguharjo, Puskesmas Oro-Oro Ombo, Puskesmas Patihan, dan Puskesmas Tawangrejo. Program ini bertujuan menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan angka kematian balita dengan memberikan pengetahuan serta informasi kesehatan kepada kakek dan nenek agar mereka mendampingi ibu hamil dan ibu bayi dan balita.

Dengan berjalannya kegiatan inovasi ini diharapkan kakek dan nenek selaku orang tua dapat memberikan informasi kesehatan secara benar kepada ibu muda, seperti ibu hamil dan ibu bayi dan balita. Dalam penyampaian materi pada hari itu Dr. Mutia juga menyampaikan agar kakek dan nenek terus mendampingi dan memantau kesehatan serta status gizi ibu hamil agar jika terdapat ibu hamil yang status gizinya buruk atau kurang agar segera dilaporkan kepada petugas puskesmas. (cherly-red/Photo-admin)

Kementerian Kesehatan terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Salah satunya dengan mendeteksi dini penyakit. Seperti diakhir Bulan Maret ini, tepatnya 24 Maret diperingati sebagai Hari TB Sedunia.

Tahun ini, Kemenkes melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2PL) menghimbau kepada setiap masyarakat didaerah untuk aktif dalam program penanggulangan TB, karena target pemerintah untuk eliminasi TB pada tahun 2035. “Kalau tinggal menunggu pasien datang berobat maka tidak akan selesai. Harus ada kesadaran untuk melaporkan, dan salah satu caranya dengan melalui pendekatan keluarga. Peran keluarga disini sangat penting untuk melaporkan jika ada anggota keluarganya yang mengalami batuk berlangsung lama,” kata Dirjen P2PL Kemenkes Mohamad Subuh dalam temu media, Kamis 23 Maret 2017 di Kantor Kemenkes, Jakarta. Saat ini kinerja penanggulangan TB di Indonesia pada tahun 2015 ditemukan insidensi sebanyak 1.020.000 kasus, artinya 395 per 100 ribu penduduk. Sebanyak 330.729 kasus positif TB yang bisa dideteksi dengan angka keberhasilan pengobatan mencapai 84 persen. “Angka ini masih jauh dari harapan kita yang menargetkan diatas 90 persen,” ujar Subuh. Untuk lebih menemukan kasus TB yang belum terekspose, Kemenkes melakukan program baru yang diberi nama ketuk pintu “TOSS” (Temukan Obati Sampai Sembuh).

“Program ketuk pintu ini baru berjalan sekira 2 minggu dan sudah ada 120 ribu laporan yang masuk dan 600 orang ternyata positif TB. Jadi inilah keuntungan dengan adanya program ketuk pintu melalui pendekatan keluarga,” tuturnya. Dikatakan Mohamad Subuh kalau jumlah penderita TB justru lebih banyak ditemukan di kota-kota besar di Indonesia. Hal tersebut tentunya dipengaruhi salah satunya faktor lingkungan yang tidak sehat. “Kalau di kota besarkan banyak lingkungan kumuh, sanitasi tidak sehat. Berbeda dengan pedesaan yang udaranya lebih sehat dan bersih,” sebutnya. Untuk mencontoh kota besar yang ramah lingkungan, bisa meniru dari apa yang telah dilakukan pemerintah Kota Makassar, dengan menggalakan adanya lorong sehat. “Waktu saya ke Makassar, saya merasa surprise adanya lorong sehat. Selain bersih dan hijau juga warganya didata berapa orang yang terkena TB dan dilakukan pengontrolan minum obat. Kalau di Jakarta belum ada saya liat yang begini. Kalau di Surabaya baru ada lorong hijau,” terangnya.

Sumber : http://fajar.co.id/2017/03/23/eliminasi-tb-dengan-ketuk-pintu-toss/

Peresmian Gedung Baru Puskesmas Oro-Oro Ombo Kota Madiun

 

Tanggal 19 Mei 2017 dilaksanakan Peresmian Gedung Baru Puskesmas Oro-Oro Ombo oleh Wakil Walikota Madiun, Bapak H. Sugeng Rismiyanto, SH.M.Hum. Acara yang dimulai pada pukul 07.30 WIB turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Madiun, Ketua DPRD Kota Madiun, Kepala UPD, Kepala Dinkes & KB, Kepala Puskesmas dan tamu undangan.

Acara diawali dengan sambutan Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana kemudian dilanjut dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Wakil Walikota Madiun pada pukul 08.00 WIB.

Gedung Baru Puskesmas Oro-Oro Ombo mulai dibangun pada pertengahan tahun 2016 dengan menggunakan anggaran APBD dan merupakan pembangunan tahap awal. Rencana pada tahun 2018 nanti akan dibangun lagi untuk tahap kedua. Saat kunjungannya ke gedung baru, Ketua DPRD Kota Madiun, Bapak Istono juga mencoba pelayanan di poli gigi.

Diharapkan dengan dibangunnya gedung baru, Puskesmas Oro-Oro Ombo dapat memberikan pelayanan kesehatan lebih baik lagi kepada masyarakat. (Cherlly-red / photo : admin)

 

Pelayanan UPTD Puskesmas Oro Oro Ombo Kota Madiun

Sarana, prasarana, dan/atau fasilitas yang ada di UPTD Puskesmas Oro-Oro Ombo disesuaikan dengan standar pelayanan pada masing unit pelayanan. Dalam perkembangan teknologi maka pelayanan di UPTD Puskesmas Oro-Oro Ombo juga didukung dengan pemanfaatan IT seperti SIKDA Generik dan SIMPUS. Fasilitas pelayanan yang sudah dapat dilakukan di UPTD Puskesmas Oro-Oro Ombo adalah :

  1. Pelayanan Loket;
  2. Pelayanan Poli Umum/BP;
  3. Poli Gigi;
  4. KIA/KB;
  5. Pelayanan Gawat Darurat;
  6. Pelayanan Gizi;
  7. Pelayanan Persalinan;
  8. Pelayanan Farmasi;
  9. Pelayanan Laboratorium;
  10. Klinik VCT.