PESANTREN TANGGUH ERA PANDEMI

Wilayah Puskesmas Oro-Oro Ombo mempunyai 1 pondok pesantren yaitu Pondok Pesantren Kanzul Ulum. Pondok tersebut terletak di wilayah Kelurahan Sukosari. Untuk menunjang belajar santrinya, Pondok ini juga di fasilitasi dengan MTS dan MA Pertanian.

Di dukung oleh kebijakan kegiatan pesantren dan revitalisasi rumah ibadah dalam menghadapi New Normal yang di keluarkan di Jakarta pada tanggal 27 Mei 2020, maka di era pandemi ini Pondok Pesantren Kanzul Ulum memberanikan diri untuk menggelar pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat di wilayah pondok. Protokol tersebut di antaranya adalah :

Pengukuran suhu dan pemakaian hand sanitizer

Setiap pengunjung yang akan masuk ke pondok wajib untuk di ukur suhunya dan memakai hand sanitizer atau cuci tangan.

Menyediakan tempat CTPS

Tempat cuci tangan yang memadai disediakan pihak pondok di depan ruang kelas dengan tujuan warga pondok selalu mencuci tangan sebelum dan setelah kegiatan belajar mengajar.

Tempat tidur berjarak

Tempat tidur  tidak  memakai dipan kayu supaya mudah membuat jarak.

Masjid dengan menerapkan Physical Distancing

Lantai masjid di berikan tanda silang untuk menerapkan Physical Distancing atau jaga jarak saat menjalankan ibadah sholat.

Para santri yang akan memasuki pondok pesantren wajib melakukan Rapid Test dan keluarga tidak diperkenankan untuk melakukan kunjungan. Hal ini dimaksudkan agar mempersempit ruang lingkup penyebaran Covid-19.

Semoga dengan berdenyutnya kembali aktifitas Pondok Pesantren dapat meningkatkan ikhtiar serta pendekatan diri kepada Allah SWT. Sehingga pandemi Covid-19  segera nerakhir dan para santri dapat menatap dan melangkah menuju masa depan lebih cerah.

Oleh : Puspita Fajar Santika

Editor : Cherlly Pritta

CEGAH STUNTING, PUSKESMAS GIAT BERIKAN PMT

Pandemi Covid-19 telah berlangsung sekitar delapan bulan di Indonesia sejak kasus pertama ditemukan pada bulan Maret dan menimbulkan dampak negatif pada berbagai sektor, salah satunya pada kesehatan dan gizi masyarakat. Dampak lainnya berpotensi meningkatkan angka stunting pada balita ditambah kegiatan pemantauan status gizi pada anak balita yang dilakukan setiap bulan di posyandu juga turut terhenti sementara waktu selama pandemi Covid-19 berlangsung.

Pemerintah Kota Madiun berupaya menjamin kecukupan gizi masyarakat walau pandemic belum berakhir. Dinas Kesehatan dan KB Kota Madiun bekerja sama dengan Puskesmas berinovasi memberikan upaya kecukupan dan perbaikan gizi masyarakat terutama pada kelompok rawan gizi di wilayah kerja Puskesmas masing-masing. Upaya perbaikan gizi yang dimaksud adalah dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) diperuntukkan untuk balita stunting gizi buruk/gizi kurang selama 90 hari.

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ada dua jenis yaitu jika balita stunting dengan gizi kurus usia diatas 12 bulan maka akan diberikan susu. Sedangkan pemberian biskuit diberikan pada pada kasus balita kurus di usia 6-59 bulan. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) harus tetap giat dilakukan karena konsumsi gizi yang baik dan seimbang merupakan modal utama untuk melawan virus.

Oleh : Dea Mustika Hapsari, S.Gz

Editor : Cherlly Pritta R.

ADAPTASI KEBIASAAN BARU, PELAKSANAAN SURVEY HAJATAN ERA PANDEMI

Untuk memastikan kesesuaian antara pemaparan protokol kesehatan yang tertulis dengan keadaan yang sesungguhnya di lapangan maka tim gugus Kecamatan melakukan survey hajatan secara langsung. Tim gugus kecamatan, khususnya Kecamatan Kartoharjo merupakan gabungan dari beberapa lintas sektor diantaranya kecamatan, kelurahan, babinsa, babinkamtibnas, serta puskesmas. Tim inilah yang menilai secara langsung apakah suatu hajatan mendapatkan rekomendasi untuk digelar atau tidak.

Indonesia telah memasuki era new normal di tengah pandemi Covid-19 yang telah melanda sejak awal tahun 2020. Kegiatan yang semula dapat dilakukan seperti biasa, saat ini harus selalu diikuti dengan protokol kesehatan yang ketat atau istilah barunya Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Hal ini berlaku juga di Kota Madiun. Pemerintah Kota Madiun telah mengijinkan bagi warga yang akan menggelar hajatan pernikahan namun dengan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Warga yang akan menggelar hajatan harus mengajukan ijin terlebih dahulu ke tim gugus Kota Madiun dan memaparkan protokol kesehatan yang diterapkan dalam kegiatan hajatan secara tertulis.

Adapun yang perlu disiapkan oleh penggelar hajatan meliputi kesesuaian jumlah tamu undangan dengan tempat dan waktu acara. Jumlah tamu undangan di masa pandemi ditentukan maksimal 50% dari kapasitas yang sebenarnya. Apabila diperlukan bisa juga diberlakukan pembagian waktu. Tujuannya agar tamu undangan yang hadir tidak berjubel, sehingga penerapan physical distancing tetap terpenuhi. Selain itu, skema protokol kesehatannya (ketersediaan masker cadangan, tempat cuci tangan, hand sanitizer, pengecekan suhu tubuh, tempat sampah, penyemprotan desinfektan, dan sebagainya) juga wajib diperhatikan.

Penggelar hajatan wajib membentuk tim pendekar waras minimal 10% dari jumlah tamu undangan. Tim pendekar waras inilah yang bertugas sebagai pengawas dan pelaksana dalam menerapkan protokol kesehatan saat hajatan berlangsung. Hal lain yang krusial adalah pengaturan tempat makan, semi prasmanan dan/atau nasi kotak. Apabila dalam bentuk nasi kotak alangkah lebih baiknya. Namun tidak menutup kemungkinan dengan semi prasmanan, oleh karena itu harus ada penyaji makanan yang menata menunya sehingga tamu undangan tidak banyak menyentuh alat makan secara bergantian.

Harapannya, dengan adanya survey hajatan ini penerapan protokol kesehatan selama hajatan berlangsung dapat terpenuhi sehingga tidak muncul kluster baru Covid-19 akibat pelaksanaan hajatan.

Oleh : Shita Addina

KIAT OLAHRAGA AMAN DIKALA PANDEMI

Ditengah kondisi pandemi Covid-19 yang terus meningkat jumlah kasusnya di Indonesia, banyak masyarakat yang sudah kembali melakukan aktivitasnya. Sering sekali kita melihat lalu lalang orang bersepeda atau sekedar berjemur di lingkungan rumah bukan? Olahraga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan Olahraga boleh saja dilakukan, namun kita juga perlu tetap waspada akan bahaya penyebaran Virus Corona ini. Simak 7 tips sehat agar kalian tetap aman saat berolahraga!

  1. Sebelum berolahraga, pastikan tubuh dalam keadaan sehat tanpa ada gangguan seperti batuk, demam, pilek,  nyeri tenggorokan, sesak nafas. Jika mengalami gangguan kesehatan pastikan kalian melakukan olahraga di rumah saja. 
  2. Sebelum memasuki ruang publik untuk berolahraga, cucilah tangan terlebih dahulu, tetap jaga jarak dan pakailah masker. Nah, olahraga yang dapat dilakukan dengan menggunakan masker adalah olahraga dengan intensitas ringan sampai sedang atau olahraga yang masih memungkinkan kita untuk berbicara (olahraga intensitas sedang 30 menit selama 4-5 hari seminggu dapat meningkatkan antibodi dalam tubuh)
  3. jangan terlalu memaksa diri untuk berolahraga. Misalnya apabila badan sudah letih dan terengah-engah. Kalau ini terjadi, lebih baik hentikan dulu olahraga dan mencari tempat yang sepi. Lepas masker yang dipakai dan mulailah mengatur pernapasan serta istirahat sejenak.
  4. Untuk orang yang jarang olahraga namun ingin memulai olahraga mulailah secara pelan dan lakukan secara berkesinambungan
  5. Disarankan untuk tidak melakukan olahraga yang bisa bersentuhan dengan orang lain. Misalnya bulutangkis, bola voli, bola basker, apalagi sepakbola
  6. Hindari menyentuh area wajah saat sedang berolahraga terutama usai menggunakan alat olahraga di tempat umum
  7. Sesudah berolahraga segeralah cuci tangan, mandi dan mengganti pakaian yang digunakan saat berolahraga di tempat umum. Jika diperlukan setelah tiba di rumah bersihkan handphone, tas atau barang bawaan lainnya dengan cairan desinfektan.

Oleh : Nur Risca Azizah, S.KM

PRO DAN KONTRA VAKSIN COVID-19

Sudah 10 bulan lebih Indonesia mengalami pandemi Covid-19, pemerintah Indonesia terus berupaya untuk menyelesaikan permasalahan pandemi ini dari mulai edukasi protokol kesehatan,  pemberlakuan PSBB hingga yang terakhir pada tanggal 6 desember 2020 Indonesia  mengimpor Vaksin Sinovac tahap pertama dari China dan akan dilanjutkan dengan proses mendapatkan izin penggunaan di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hingga saat ini pemberian Vaksin Covid-19 masih menjadi pro dan kontra di masyarakat. Dikarenakan masyarakat masih mempertanyakan keamanan dan keefektivitas dari Vaksin Sinovac tersebut. Memang sampai saat ini belum ada hasil uji klinis fase III dari Vaksin Sinovac, dilakukannya uji klinis fase ke III untuk menentukan apakah vaksin tersebut mengurangi risiko seseorang terkena gejala Covid-19. Dikarenakan belum ada data mengenai efikasi dan keamanan skala besar pada pemberian Vaksin Sinovac, jadi lebih baik tidak usah berspekulasi dahulu mengenai keamanan dan efektivitas Vaksin Sinovac sebelum hasil klinisnya keluar. Sehingga pemberian Vaksin Sinovac baru akan diberikan kepada masyarakat Indonesia setelah mendapatkan persetujuan dari regulator BPOM berdasarkan kepada hasil uji klinis vaksin di Indonesia maupun luar negeri.

Ada benarnya apabila masyarakat mengkhawatirkan tentang efek vaksin karena memang terdapat efeknya akan tetapi hanya sementara. Efek samping akibat Vaksin Covid-19 dapat berbeda antar orang dan antar vaksin  yang diberikan. Secara umum, efek samping yang muncul bersifat ringan dan sementara, serta tidak selalu ada. Efek samping pada Vaksin Sinovac mayoritas ringan dan hilang dalam 48 jam antara lain: nyeri pada lokasi suntikan, demam, lelah, nyeri otot dll. Kelompok orang dan usia yang boleh diberikan vaksin Covid-19 sesuai dengan kelompok orang yang menjadi peserta uji klinis vaksin tersebut dan keputusan regulator. Hingga saat ini uji klinis vaksin Covid-19 untuk anak-anak masih direncanakan atau belum selesai dan terdapat beberapa vaksin Covid-19 yang bisa diberikan pada orang berusia > 60 tahun dan punya komorbid tertentu. Beberapa vaksin menunjukkan kadar antibodi yang lebih tinggi dibandingkan infeksi alami, sehingga muncul dugaan bahwa kekebalan bisa bertahan lebih lama pada vaksin sedangkan kekebalan akibat infeksi alami bisa bervariasi antar orang dan beberapa studi menunjukkan bahwa kekebalan pada Covid-19 tidak bertahan cukup lama. Hingga saat ini belum diketahui pasti lama kekebalan terhadap Covid-19 karena vaksin dan karena infeksi alami.

Oleh : dr. Ratih Kumala Sari

Editor : Aulia Mutiara R.

PANDUAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN SELAMA PANDEMI, SAHABAT SEHAT PERLU TAHU NIH!

Pandemi Covid-19 belum berakhir ya, sahabat. Bagi sahabat sehat yang saat ini tengah mengandung mungkin memiliki kekhawatiran ketika harus datang ke rumah sakit, puskesmas,bidan mandiri atau pelayanan kesehatan lain untuk memeriksakan perkembangan janin. Meskipun begitu, pemeriksaan antenatal atau pemeriksaan kehamilan harus tetap dilakukan ya, Sahabat.

Ibu hamil merupakan salah satu kelompok rentan yang memiliki imunitas tubuh yang menurun. Apakah sahabat sehat tau mengapa? Ibu hamil mengalami penurunan aktivitas sel T yang berfungsi sebagai agen pengontrol infeksi virus. Sehingga imunitas ibu hamil yang lemah menjadikannya lebih mudah sakit dan terinfeksi virus. Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Jakarta juga menyebutkan bahwa sebesar 13,7% ibu hamil lebih mudah terinfeksi COVID-19 ketimbang perempuan lain yang tidak hamil.

  1. Kurangi Jadwal Periksa Kehamilan

Dengan daya tahan tubuh yang lemah, ibu hamil disarankan untuk tidak bepergian selama masa pandemi COVID-19. Kementerian Kesehatan juga menganjurkan ibu hamil agar mengurangi pemeriksaan kesehatan kecuali jika terjadi kondisi darurat (muntah hebat, pendarahan, kontraksi hebat, pecah ketuban, tekanan darah tinggi, nyeri kepala hebat, tidak merasakan gerakan janin dan kejang) atau ibu hamil resiko tinggi.

2. Atur Ulang Jadwal Periksa Kehamilan

Dalam kondisi normal, Kementerian Kesehatan merekomendasikan setiap ibu hamil untuk memeriksakan kandungan secara berkala paling sedikit empat kali dalam sembilan bulan. Atur ulang jadwal periksa kehamilan untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan. Pada trimester I & II cukup dilakukan satu kali pemeriksaan kehamilan dan sekurang-kurangnya dua kali pada trimester ketiga.

3. Terapkan Protokol Kesehatan saat periksa kehamilan

Nah, untuk mengurangi risiko tertular pastinya ada protokol kesehatan yang perlu diikuti seperti dibawah ini :

  1. Lakukan pendaftaran secara online untuk menghindari antrian dan buat janji jam kedatangan agar tidak perlu menunggu terlalu lama
  2. Tidak membawa anak
  3. Menggunakan kendaraan pribadi lebih aman ketimbang menggunakan transportasi umum
  4. Gunakan masker, face shield serta bawa hand sanitizer
  5. Cuci tangan sebelum masuk ke tempat pemeriksaan
  6. Jaga jarak& tidak mengobrol dengan orang lain saat berada di ruang tunggu.
  7. Laporkan jika ada gejala demam, sakit tenggorokan, batuk atau sesak nafas.
  8. Persiapan Jelang Persalinan

4. Jaga kesehatan dengan beristirahat yang cukup dan makan makanan bergizi ya sahabat. Lakukan senam ringan dan peregangan secara rutin. Kelola pikiran agar tetap tetap rileks dan jangan sampai stres. Bagi ibu hamil dihimbau untuk melakukan screening atau pemeriksaan COVID-19 tujuh hari sebelum perkiraan persalinan.

Oleh : Ariani Ayuningtyas A.Md.Keb

Editor : Aulia Mutiara R., S.KM

WASPADA PENYAKIT LANSIA DAN KOMORBID (PELAKOR) SAAT PANDEMI

Penyakit penyerta atau komorbid adalah suatu keadaan dimana terdapat lebih dari satu penyakit yang terjadi secara simultan pada seorang pasien. Penyakit penyerta yang dijumpai pada pasien Corona Virus Disease (COVID-19) antara lain yaitu Hipertensi, Diabetes melitus, Penyakit jantung, Penyakit paru obstruktif kronis, Penyakit ginjal, Kehamilan, Asma, Penyakit hati, Tuberkulosis, Kanker, Gangguan imun,dll. Pasien COVID-19 dengan komorbid berisiko mengalami penyakit yang lebih berat dan kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasien COVID-19 tanpa komorbid.

Berikut adalah sejumlah tips mengendalikan pelakor saat pandemi :

  1. Mendisiplinkan diri menerapkan protokol Kesehatan
  2. Mencuci tangan

SARS-CoV-2 dapat menempel dan bertahan di benda mati sehingga berpotensi menjadi media penularan. Mencuci tangan 6 langkah dengan sabun dan air mengalir selama 40-60 detik atau dengan cairan desinfektan tangan berbasis alkohol selama 20-30 detik mampu mengurangi risiko penularan tersebut.

  • Menjaga jarak dan hindari kerumunan

SARS-CoV-2 menular melalui udara yang terkontaminasi oleh virus. Penularan dapat terjadi jika seorang memiliki kontak jarak dekat (kurang dari 1-2 meter) dengan penderita COVID-19. Selain itu, ruangan tertutup dengan ventilasi yang buruk dapat meningkatkan risiko terjadinya COVID-19.

  • Menggunakan masker dengan tepat

Penggunaan masker dapat mengurangi risiko penularan COVID-19. Bagi masyarakat umum, rekomendasi pemerintah adalah penggunaan masker bedah atau masker kain 3 lapis berbahan katun.

  • Kontrol penyakit penyerta

Penyakit penyerta harus terkontrol dengan baik. Setiap komorbid memiliki poin-poin penting yang perlu dipantau secara rutin untuk mencegah komplikasi penyakit, misalnya :

  • Pemeriksaan gula darah mandiri bagi penyandang diabetes melitus
  • Pemeriksaan tekanan darah mandiri bagi penderita hipertensi. Penderita dengan komorbid harus memanfaatkan fasilitas dan sarana medis yang tersedia secara optimal yaitu mengikuti anjuran yang diberikan oleh dokter, memastikan obat yang diberikan dikonsumsi sesuai dengan anjuran, mengikuti dengan ketat jadwal kontrol yang telah dijadwalkan. 
  • Konsumsi Makanan Penunjang Sistem Imun

Mengkonsumsi makanan yang bergizi untuk sistem kekebalan tubuh seperti brokoli dan bayam. Di dalam dua jenis sayur tersebut mengandung antioksidan tinggi serta vitamin A. Selain kedua sayur tersebut, makanan yang bisa meningkatkan imun tubuh yaitu kunyit, bawang putih, seafood (ikan, kerang, tiram), serta buah-buahan seperti lemon, jeruk, kiwi, jambu, dan lain-lain.

  • Istirahat cukup

Menurut National Sleep Foundation, seorang manusia dewasa setidaknya membutuhkan waktu untuk tidur selama kurang lebih 7-9 jam dalam sehari. Tanpa tidur cukup dalam sehari, tubuh tidak akan bisa memproduksi sitokin dalam jumlah banyak. Sitokin merupakan sejenis protein yang digunakan untuk melawan infeksi serta peradangan kemudian secara efektif akan menciptakan respon imun tubuh.

  • Kelola Stres

Stress dapat memicu adanya produksi hormon kortisol dalam jumlah besar. Ketika hormon kortisol tinggi, maka sistem imun dapat melemah. Dalam mengelola stress Anda bisa melakukan berbagai hal, seperti olahraga ringan, beraktivitas dengan hobi, aktif bersosialisasi bersama teman walaupun melalui telepon gengam, dan sebagainya.

  • Rutin Berolahraga

Menurut salah seorang ahli di National Institute of Health, olahraga dapat merangsang kinerja antibodi serta sel-sel darah putih. Sehingga kegiatan ini sangat cocok jika dilakukan pada masa pandemi guna meningkatkan sistem imun dalam tubuh. Intensitas waktu untuk olahraga yaitu 3-5 kali dengan total waktu 75-150 menit dalam satu minggu.

Oleh : dr. Nadiya Auliya Nabila

Editor : Cherlly Pritta

TANGGAP LAWAN PANDEMI COVID-19

Akhir-akir ini dunia di gembarkan oleh virus yang diberi nama Corona. Coronavirus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan Sars-CoV-2. Virus Corona adalah zoonosis (ditularkan antara hewan dan manusia). Penelitian menyebutkan bahwa SARS ditransmisikan dari kucing luwak (civet cats) ke manusia dan MERS dari unta ke manusia. Adapun, hewan yang menjadi sumber penularan COVID-19 ini sampai saat ini masih belum diketahui.

Sampai dengan 3 Maret 2020, secara global dilaporkan 90.870 kasus konfimasi positif Corona di 72 negara dengan 3.112 kematian (CFR 3,4%). Hal itu menyebabkan World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia resmi menyatakan Covid-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 sebagai pandemik. Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Rabu tanggal 3 Maret 2020. Di Indonesia sendiri saat ini sudah Virus Corona sudah menjangkiti 34 provinsi. Saat ini ( Senin, 4 Mei 2020) sudah sebanyak 11.192 pasien positif. Di Jawa Timur terdapat 1.117 pasien positif.
Berdasarkan bukti ilmiah, COVID-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak erat dan droplet, tidak melalui udara. Orang yang paling berisiko tertular penyakit ini adalah orang yang kontak erat dengan pasien COVID-19 termasuk yang merawat pasien COVID-19. Dilihat dari persebaranya yang begitu cepat, maka kita harus bersama-sama memerangi virus ini.

Berikut merupakan cara untuk mencegah persebaran Virus corona.

  1. Menjaga jarak fisik (physical  distancing)
  2. Dilarang berdekatan dengan orang atau mengatur jarak minimal 1-2 meter.
  3. Hindari menggunakan transportasi publik.
  4. Tetap di rumah saja.
  5. Bekerja, ibadah dan belajar dari rumah.
  6. Menerapkan etika batuk.
  7. Membiasakan CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun).
  8. Menggunakan masker kain saat keluar rumah.
  9. Hindari berkumpul secara massa atau berkerumun.
  10. Hindari bepergian keluar kota/ luar negeri.
  11. Jika anda berada di luar kota, jangan pulang kampung dulu.
  • Membantu aparat RT/RW/Kelurahan dalam melakukan upaya pencegahan COVID-19. Semisal melakukan penyemprotan, membantu melaporkan ODR, ODP, PDP kepada RT,
  • Saling mengingatkan sesama warga untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan.
  • Membantu pemenuhan logistik bagi warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah/lansia yang tidak memiliki keluarga ketua RT.
  • Jika merasa sakit, segera melapor kepada /RW/Kelurahan dan Petugas Puskesmas untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai ketentuan (menggunakan transportasi pribadi, memakai masker kain saat keluar rumah).

Oleh : Puspita Fajar Santika, S.KM

Editor : Cherlly Pritta

Sumber :

Pedoman Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan COVID-19 di RT/RW/Desa

Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease (COVID-19) Revisi 3